Anies Dipanggil Jokowi ke Istana karena Covid di DKI Melonjak, EK: Kerja Dong, Jangan Gegayaan Doang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Istana Negara, Selasa (15/6/2021).

Editor: Muh Ruliansyah
handover/tribunbatam
Anies Baswedan dan Joko Widodo 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Istana Negara, Selasa (15/6/2021).

Jokowi memanggil Anies karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 di DKI Jakrta.

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi turut berkomentar soal Anies yang dipanggil Jokowi ke Istana karena melonjaknya kasus positif Covid-19 di Ibu Kota.

"Dipanggil Presiden. Arahannya cuma satu : Kerja dong. Jangan gegayaan doang...," tulis Eko Kuntadhi lewat akun Twitter @eko_kuntadhi, Selasa (15/6/2021) pukul 10.41 malam, seperti dilansir Tribun-timur.com.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia Kamis 17 Juni 2021: Hujan Masih Melanda di 20 Wilayah

Baca juga: Beda Agama, Viral Kisah Pendeta Tetap Hadiri Pernikahan Putrinya Meski Tak Bisa Jadi Wali

Baca juga: Lowongan Kerja Sociolla Penempatan Jakarta, Posisi Software Quality, Cek Syarat dan Cara Mendaftar

Cuitan Eko Kuntadhi disertai link artikel terkait Presiden Jokowi memanggil Anies Baswedan ke istana.

Dilansir dari Kompas.com, memanggil jajaran pemprov DKI Jakarta ke Istana Negara, Selasa (15/6/2021).

Mereka terdiri dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Pangdam JayaMayjen TNI Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran para wali kota serta kapolres se-DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi usai pertemuan pada Selasa.

"Hari ini kami diarahkan oleh Presiden bahwasanya peningkatan Covid-19 di Jakarta ini sangat meningkat signifikan. Dan beliau meminta kepada pemda khususnya DKI Jakarta karena sudah masuknya virus dari India," ujar Prasetyo kepada wartawan.

"Jadi Presiden minta kepada kita sebagai perangkat pemda untuk menekan (lonjakan kasus Covid-19)," lanjutnya.

Selain itu, Presiden juga meminta agar jajaran pemprov DKI Jakarta harus lebih banyak melakukan penanganan di lapangan.

Salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 serta mendisiplinkan pemakaian masker di kalangan masyarakat.

"Jadi penekanan-penekanan itu yang harus dilakukan pemda supaya dapat menangani Jakarta yang terimbas dari Idul Fitri kemarin dampaknya sekarang," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa kasus aktif di DKI Jakarta meningkat 50 persen dalam waktu sepekan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved