Breaking News:

Banggai Hari Ini

Antisipasi Covid-19 Varian Delta, Ini yang Dilakukan Satgas Covid Banggai

Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya pekerja luar daerah.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Dimas Adi Satriyo
TribunPalu.com/HandOver
Ilustrasi COVID-19 Varian Delta 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya pekerja luar daerah.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19 yang disebut varian delta.

Di Kabupaten Banggai sendiri, hampir setiap dua pekan terjadi pertukaran tenaga kerja di setiap perusahaan Migas, sehingga dikhawatirkan bisa membawa virus varian baru yang diduga berasal dari India tersebut.

Meski begitu, juru bicara Satgas COVID-19 Banggai, Nurmasita Datu Adam, meminta masyarakat perlu khawatir tetapi harus waspada.

Baca juga: Hari Ke-2 Jabat Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura: Mohon Dukungan Menjalankan Roda Pemerintahan

Baca juga: Kapolda Sulteng Kunjungi kabupaten Banggai, Ini Agendanya

Baca juga: Tiga Terduga Preman di Kabupaten Sigi Dibekuk Polisi, Beraksi di Jl Trans Palu-kulawi

"Memang belum ada varian baru di Banggai, dan semoga tidak ada. Tapi masyarakat harus tetap waspada dengan tetap mentaati protokol kesehatan," kata Nurmasita kepada TribunPalu.com, pada Jumat (18/6/2021) sore.

Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja luar daerah wajib melakukan tes PCR setiap bulan, dan hasilnya dilaporkan ke Satgas COVID-19 untuk dimonitoring.

Selama ini, kata dia, penanganan COVID-19 di Kabupaten Banggai dengan cara memperketat tracing, begitupun dengan upaya deteksi dini atau testing, serta pasien terkonfirmasi positif yang menjalani isolasi mandiri harus benar-benar mendapat pengawasan ketat.

"Kalau kita tracing satu kasus terkonfirmasi positif, lalu kontaknya ada 15 orang, maka 15 orang itu harus dievaluasi selama 5 hari. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan TCM atau PCR untuk memastikan mereka benar-benar negatif meskipun sebelumnya hasil rapidtest nonreaktif,” papar Nurmasita.

Di Kabupaten Banggai penyebaran COVID-19 sudah transmisi lokal, sehingga upaya penanganan dan pencegahan penyebarannya dengan cara tracing dan testing, serta bila ada yang terkonfirmasi positif maka dilakukan treatment atau perawatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved