Dihujani Roket Hamas hingga 20 Lokasi Terbakar, Kehancuran Israel Ternyata Sudah Diprediksi Einstein
Ilmuwan paling populer di dunia Albert Einstein ternyata telah memprediksi kehancuran Israel puluhan tahun silam.
TRIBUNPALU.COM - Ilmuwan paling populer di dunia Albert Einstein ternyata telah memprediksi kehancuran Israel puluhan tahun silam.
Hubungan antara Palestina dan Israel belakangan ini semakin memanas.
Kendati gencatan senjata telah disepakati, namun api konflik antara kedua belah pihak tetap saja membara.
Adapun pihak Israel dan Palestina telah menyepakati gencatan senjata pada Jumat (21/5/2021).
Namun hanya beberapa waktu saja, Israel kembali melakukan aksi menyerang kompleks Mesjid Al-Aqsa.
Hal tersebut memancing amarah Hamas, kelompok penguasa Jalur Gaza.
Hamas pun mengeluarkan ancaman bakal menyerang Israel jika tentara Zionis masih menyerang Mesjid Al-Aqsa di tengah genjatan senjata.
Baca juga: Kapolda Papua Turun Tangan, Pemasok Senjata untuk KKB Tak akan Diberi Ampun
Baca juga: Baca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Simak Bacaan Lengkapnya, Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan
Baca juga: Italia dan Belanda Berpeluang Bentrok di Babak 16 Besar Euro 2020, Begini Skenarionya
Serangan Hamas telah menjadi momok bagi Israel sebelum genjatan senjata disepakati.
Hujan roket yang diluncurkan pasukan Hamas berhasil menembus sistem keamanan Iron Dome milik Israel.
Tak hanya itu, Hamas juga menyerang Israel melalui balon udara pembakar, Selasa (15/6/2021).
Akibatnya, sebanyak 20 titik di wilayah Israel terbakar karena serangan Hamas.
Ternyata ilmuwan terkanal yakni ALbert Einstein sudah memprediksi soal hancurnya negara Israel.
Prediksi tersebut ia gambarkan lewat sebuah tulisan. Israel dikatannya jatuh dan semua proyek zionisnya akan hancur berantakan.
Seperti diketahui, saat ini Israel masih saja terlibat perang dengan Hamas di Jalur Gaza.
Kondisi tersebut telah menyebabkan banyak sekali korban dari kedua belah pihak, Rakyat Palestina yang paling sengsara karena merekalah yang harus menerima kenyataan warganya banyak yang tewas.
Namun terkiat dengan kehancuran Isarel, ternyata sudah jauh ahri diprediksi Albert Einstein.
Albert Einstein pernah memprediksi Israel bakal jatuh, dan proyek Zionis yang mereka kerjakan bakal hancur berantakan.
Middle East Monitor pada Jumat (4/6/2021) mewartakan, 10 tahun sebelum Israel mendeklarasikan kemerdekaannya pada 1948, Einstein sudah memprediksi kekacauan bakal terjadi.
Lalu pada 1946 saat berbicara kepada Komite Penyelidikan Anglo-Amerika tentang masalah Palestina, Einstein berkata tidak punya alasan mengapa Israel dibutuhkan.
"Saya percaya itu buruk," katanya.
Dua tahun kemudian pada 1948, Einstein dan sejumlah akademisi Yahudi mengirim surat ke New York Times untuk memprotes kunjungan Menachem Begin, PM ke-6 Israel, ke Amerika Serikat (AS).
Dalam surat itu mereka mengecam partai Begin, Herut atau yang berarti Kebebasan, dan menyebutnya "Partai politik yang sangat mirip dalam organisasi, metode, filosofi politik, dan daya tarik sosialnya seperti partai Nazi dan Fasis."
Herut adalah partai nasionalis sayap kanan yang kemudian menjadi Likud dan dipimpin Benjamin Netanyahu, eks perdana menteri Israel yang baru saja lengser.
Sementara itu Begin dulu buron karena kegiatan teroris melawan otoritas Mandat Inggris.
Bahkan ketika Begin menjadi perdana menteri Israel (1997-1983) dia tidak berani mengunjungi Inggris karena masih berada dalam daftar buronan.
Secara khusus, maraknya kekerasan jelang kelahiran negara Israel membuat Einstein muak.
Konon itu juga yang membuatnya menolak tawaran menjadi presiden Israel. Tawaran tersebut diajukan kepadanya pada 1952 oleh perdana menteri yang juga pendiri Israel, David Ben-Gurion.
Einstein kemudian menulis surat yang tidak terlalu populer, tetapi berisi peringatan tentang "malapetaka terakhir" yang dihadapi Palestina di tangan kelompok Zionis.
Surat berisi 50 kata ini ditulis kurang dari 24 jam setelah munculnya berita tentang pembantaian Deir Yassin di Yerusalem Barat pada April 1948.
Sekitar 120 milisi dari kelompok Irgun pimpinan Begin dan Stern Gang yang diketuai Yitzhak Shamir dan kemudian menjadi PM Israel, memasuki desa-desa Palestina dan membantai 100-250 pria, wanita, serta anak-anak.
Beberapa korban tewas karena tembakan dan granat tangan yang dilemparkan ke rumah mereka. Ada juga laporan pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi.
Sebulan kemudian Inggris mengakhiri Mandat Palestina dan Israel lahir.
Surat yang diketik Einstein ditujukan kepada Shepard Rifkin, Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel, yang berbasis di New York.
Kelompok itu awalnya didirikan untuk mempromosikan ide-ide anti-Inggris dari Stern Gang, dan mengumpulkan uang di "Negeri Paman Sam" untuk membeli senjata guna mengusir Inggris dari Palestina.
Rifkin pernah diberitahu oleh Benjamin Gepner, komandan yang mengunjungi AS, untuk mendekati Einstein dan meminta bantuannya.
Baca juga: Klasmen Euro 2020: Italia, Belgia, Belanda Dapat Tiket ke Fase Gugur
Baca juga: Hasil Euro 2020 - Diwarnai Drama VAR Ukraina Menang Tipis 2-1 Lawan Macedonia Utara
Baca juga: Aksi Gila Istri Polisi Saat Ketahuan Selingkuh, Malah Sengaja Berhubungan Intim di Hadapan Suami
Rifkin mau, tetapi setelah pembantaian Deir Yassin dia mendapat respons dalam 50 kata yang berisi prediksi kejatuhan Israel. Begini isinya:
Yang terhormat,
Ketika bencana nyata dan terakhir menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab untuk itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu adalah organisasi teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri. Saya tidak ingin melihat siapa pun terkait dengan orang-orang yang disesatkan dan kriminal itu.
Hormat saya,
Albert Einstein.
Apakah Israel sudah mulai jatuh?
Ada banyak insiden sejenis Deir Yassin lainnya sejak Einstein mengecam langsung apa yang dilihatnya sebagai terorisme itu.
Middle East Monitor menulis, keruntuhan masyarakat tidak dapat dihindari dengan jatuhnya pemerintah secara terus-menerus, dan meningkatnya kekerasan yang sering disebabkan oleh perang dan bencana.
Israel sekarang telah menggelar empat pemilu hanya dalam waktu dua tahun, yang tidak mampu menghasilkan pemerintahan stabil.
Meski Naftali Bennett terpilih sebagai PM baru Israel, dia hanya menang tipis satu suara.
Di sisi lain Netanyahu yang kini menjadi oposisi, jelas tak mau menerima kekalahannya begitu saja.
Demikian informasi terkait prediksi Albert Einstein soal kejatuhan negara Israel. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/israel-bunuh-4-tokoh-otak-pengembang-roket-hamas.jpg)