Sulteng Hari Ini

Penyintas Loli Raya Donggala Berencana Demo Gubernur Baru Sulteng

Penyintas Triobencana bencana Sulteng dari Desa Loli Raya berencana melakukan aksi demo besok, Senin (21/6/2021).

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Dokumentasi Penutupan Jalan Trans Palu-Donggala, di Desa Loli, Kabupaten Donggala, Maret 2021. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUN0ALU.COM, DONGGALA - Penyintas Triobencana bencana Sulteng dari Desa Loli Raya berencana melakukan aksi demo besok, Senin (21/6/2021).

Mereka akan berunjuk rasa depan di Kantor Gubenur Sulawesi Tengah, di Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Aksinya itu terkait tuntutan penyintas untuk pembanguan hunian berskema Huntap Mandiri.

Adapun aksinya akan dilakukan dengan berjalan kaki ke Kantor Gubenur Sulteng dari Desa Loli, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Pukul 05.00 Wita.

Koordinator Lapangan (Korlap) Wahyu Putra saat dihubungi wartawan TribunPalu.com mengatakan, rencana aksi turun berjumlah kurang lebih 200 orang.

"Kemungkinan besok sampai sampai sekitar jam 10 di kantor Gubenur Sulteng," ujar Wahyu Putra, Minggu (20/6/2021) malam.

Baca juga: 100 Hari Kerja Wali Kota Palu, Politisi Gerindra Sebut Kinerja OPD Kurang Gereget

Baca juga: Jamin Kenyamanan Beribadah, Polisi Tingkatkan Keamanan di Gereja Kabupaten Sigi

Ia menerangkan, aksi tuntutan itu sudah sejak lama terhitung dari tahun 2019. 

Namun saat itu tidak mendapat kejelasan dari pemerintah dan berujung pada penutupan jalan di Tahun 2020 oleh warga.

"Saat aksi itu loli saluran sudah di cairkan stimulanya," kata Wahyu Putra.

"Tetapi untuk tiga loli belum mendapat respon yaitu, loli tasiburi, loli pesua, dan loli dondo," tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga pernah menjanjikan huntap mandiri tersebut, tetapi kembali tidak direalisasikan.

Akibatnya, karena dianggap telalu lama dan tuntutan tidak diindahhkan pemerintah.

Sehingga warga meminta untuk beralih keskema stimulan.

"Karena warga lebih mampu, untuk bangun rumahnya sendiri," kata Wahyu Putra.

"Dan ketika warga sendiri yang kelola, itu lebih cepat pembangunanya, karena sampe tiga tahun sekarang belum ada pembangunan di loli dari pemerintah," tutupnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved