Virus Corona di Sulteng

7 Nakes Positif Covid-19, RSUD Madani Hentikan Pelayanan Kesehatan

Rumah Sakit Umum Daerah Madani (RSUD) untuk menghentikan sementara pelayanan rawat inap sejak tanggal 17 Juni hingga 23 Juni 2021.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Direktur RSUD Madani Nirwansyah Parampasi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rumah Sakit Umum Daerah Madani (RSUD) untuk menghentikan sementara pelayanan rawat inap sejak tanggal 17 Juni hingga 23 Juni 2021.

Langkah tersebut dilakukan manajemen RSUD Madani untuk menghentikan penyebaran Covid-19 di lingkungan rumah sakit Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Selain itu, ada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) RSUD Madani terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Gedung UGD milik RSUD Madani di Palu, Rabu (13/3/2019).
Gedung UGD milik RSUD Madani di Palu  (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

RSUD Madani berada di Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu

Direktur RSUD Madani Nirwansyah Parampasi mengatakan, sebanyak tujuh Tenaga Kesehatan (Nakes) terkonformasi covid-19, tiga diantaranya sedang menjalani perawatan dengan gejala sedang.

Sedangkan empat orang sedang isolasi di rumah dinas yang berada di area rumah sakit.

Baca juga: Jumlah Tamu Sertijab Gubernur Sulawesi Tengah Dibatasi

Baca juga: Sertijab Gubernur Sulawesi Tengah, Satgas Covid-19 Perketat Protokol Kesehatan

"Ada peningkatan kasus dan ternyata ada petugas Nakes di RS Madani terkonfirmasi positif covid-19, makanya untuk memutus mata rantai itu kita menutup pelayanan rawat inap selama tujuh hari," kata Nirwansyah Parampasi kepada TribunPalu.com di ruang kerjanya, Jl Thalua Konchi, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Senin (21/6/2021) siang.

Nirwansyah Parampasi menjelaskan, tidak semua pelayanan rumah sakit ditutup.

Rumah sakit tetap membuka rawat jalan bagi pasien umum dan jiwa, pelayanan rawat inap bagi pasien covid-19 dan jiwa, serta pelayanan UGD bagi pasien covid-19 dan jiwa.

"Yang kita jaga kan jangan sampai terjadi infeksi nosokomia, komiu masuk ke sini (rumah sakit, red) karena usus buntu, ketika keluar kena covid-19, makanya itu yang di hindari," ujarnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved