Breaking News:

Lion Air Putar Balik

Cerita Penumpang Lion JT 780 Gagal Mendarat di Bandara Palu: Bersyukur Bisa Kembali Lagi

Pesawat yang ditumpanginya batal mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu karena kondisi cuaca yang tak bersahabat, Minggu (20/6/2021).

Editor: mahyuddin
handover (facebook Rolex Malaha)
Rolex Malaha, penumpang Pesawat Lion Air JT 780 dari Makassar tujuan Palu, akhirnya bernapas lega setelah tiba dengan selamat di Bandara Sis Aljufri, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM - Rolex Malaha, penumpang Pesawat Lion Air JT 780 dari Makassar tujuan Palu, akhirnya bernapas lega setelah tiba dengan selamat di Bandara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah.

Pesawat yang ditumpanginya batal mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu karena kondisi cuaca yang tak bersahabat, Minggu (20/6/2021).

Pesawat itupun kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Dalam peristiwa itu, seorang perempuan dikabarkan pingsan dan digotong menggunakan tandu dari dalam pesawat ke pusat kesehatan bandara.

“Tidak lama kami di Makassar. Satu jam setengah menunggu kami kemudian terbang lagi dengan pesawat yang sama ke Palu. Sekitar pukul 20.30 kami terbang,” kata Rolex via telepon kepada TribunPalu.com, Senin (21/6/2021).

Baca juga: 3 Insiden Pesawat Lion Air JT 780 Rute Palu-Makassar Putar Balik, Terbaru Penumpang Sampai Pingsan

Baca juga: Pesawat Lion Air JT 780 Tujuan Palu Putar Balik ke Makassar, Penumpang Pingsan

Pesawat Lion Air JT 780 batal mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (20/6/2021).
Pesawat Lion Air JT 780 batal mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (20/6/2021). (handover/facebook Rolex)

Dia menyebutkan, tak semua penumpang mengikuti perbangan itu lagi.

“Ada yang turun beberapa orang, mungkin keluarga orang pingsan itu,” ucap alumni Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon itu.

Rolex menceritakan, selama penerbangan kondisi cuaca sangat buruk, bahkan getarannya terasa hingga ke kabin penumpang.

Saat pesawat berada di atas Kota Palu dan mulai terbang rendah, tiba-tiba pesawat naik lagi dengan kecepatan tinggi.

“Nanti setelah Teluk Palu di bawah tidak kelihatan baru ada pengumuman dari pilot bahwa pesawat tidak bisa mendarat karena cuaca yang tidak memungkinkan, kecepatan angin melebihi syarat,” jelas Rolex.

Saat mendarat di Bandara Hasanuddin itulah satu penumpang perempuan pingsan.

“Sewaktu kami kembali lagi, suasana di dalam kabin pesawat cukup tenang. Saya tidak tahu bagaimana dengan yang lain. Jelasnya saya tenang dan bersyukur bisa kembali dengan selamat,” tutur Rolex.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved