Breaking News:

Apa Itu Quarter Life Crisis? Fenomena yang Dialami Pada Usia Sekitar 25 Tahun

Quarter life crisis adalah proses pencarian jati diri bagi seseorang yang mulai memasuki tahap awal usia dewasa.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Imam Saputro
Pexels.com/VisionPic.net
ILUSTRASI : Quarter life crisis 

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Quarter Life Crisis? Fenomena yang Dialami Pada Usia Sekitar 25 Tahun

TRIBUNPALU.COM - Usia 20 tahunan ke atas merupakan fase dimana seseorang akan berubah menjadi dewasa.

Perang batin akan dirasakan antara kebahagiaan, kesedihan hingga kebingungan.

Masalah-masalah yang muncul biasanya terkait hubungan, finansial bahkan ketidakpercayaan dengan diri sendiri.

Seseorang akan berusaha mencari jati dirinya dengan berbagai cara.

Fase ini disebut dengan quarter life crisis.

Sebuah tahapan perubahan sikap dan pola pikir seseorang di usia sekitar seperempat abad.

Fase ini wajar dialami oleh semua orang, sehingga Anda tak perlu mengkhawatirkannya.

Apabila Anda hanya membiarkan diri Anda berjalan tanpa arah, maka fase quarter life crisis Anda terasa berat.

Seharusnya Anda bisa menggunakan waktu ini untuk membangun diri menuju masa depan dengan baik.

Baca juga: Apa Itu Depresi dan Bagaimana Cara Mengatasinya? Berikut Penjelasan Psikolog Analis Widyaningrum

Baca juga: Kondisi Psikologis Seseorang saat Ditanya Kapan Nikah? Psikolog: Bisa Menimbulkan Stress

Untuk mengetahui lebih jelas terkait quarter life crisis, berikut ini TribunPalu informasikan pengertian dan penyebab munculnya quarter life crisis.

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Dilansir dari digital platform yang membahas tentang kesehatan mental yakni laman satupersen.net, quarter life crisis adalah proses pencarian jati diri bagi seseorang yang mulai memasuki tahap awal usia dewasa.

Berdasarkan Teori Erikson, usia dewasa awal berkisar antara 20-an hingga 40-an tahun.

Di usia-usia itulah, seseorang akan dihadapkan dengan sebuah kebingungan untuk menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri, termasuk apa yang harusnya dilakukan.

Dalam periode ini, sangat wajar jika kita merasa tidak percaya diri dalam mencapai kesuksesan.

Pada fase ini, seseorang juga merasa ragu-ragu akan masa depannya dan rasa kecewa pada diri sendiri.

Khususnya menyangkut pekerjaan, keuangan, dan hubungan dengan orang lain.

Lebih lanjut, riset membuktikan bahwa generasi milenial saat ini memiliki fase 'quarter-life crisis' yang lebih parah daripada generasi sebelumnya.

Baca juga: Cara Cek Kesehatan Mental: Kapan Seseorang Harus Konsultasi ke Psikolog? Ini 7 Tanda Deteksi Dini

Baca juga: Jangan Terjebak Lingkaran Depresi, Psikolog: Kesehatan Mental Harus Lebih Diperhatikan

FOTO ILUSTRASI: Usia 20 tahunan ke atas merupakan fase dimana seseorang akan berubah menjadi dewasa. Perang batin akan dirasakan antara kebahagiaan, kesedihan hingga kebingungan. Masalah-masalah yang muncul biasanya terkait hubungan, finansial bahkan ketidakpercayaan dengan diri sendiri. Seseorang akan berusaha mencari jati dirinya dengan berbagai cara. Fase ini disebut dengan quarter life crisis.
FOTO ILUSTRASI: Usia 20 tahunan ke atas merupakan fase dimana seseorang akan berubah menjadi dewasa. Perang batin akan dirasakan antara kebahagiaan, kesedihan hingga kebingungan. Masalah-masalah yang muncul biasanya terkait hubungan, finansial bahkan ketidakpercayaan dengan diri sendiri. Seseorang akan berusaha mencari jati dirinya dengan berbagai cara. Fase ini disebut dengan quarter life crisis. (freepik.com)

Penyebab Quarter Life Crisis

1. Munculnya banyak pilihan dalam hidup

Dikutip dari kanal YouTube Satu Persen Official, biasanya selepas kuliah, Anda akan menemukan berbagai pilihan dalam hidupnya.

Ada yang ingin melanjutkan studi pasca sarjana, bekerja atau menikah saja.

Sehingga Anda akan dihantui dengan perasaan anxious, insecure, sampai over thinking.

Pilihan-pilihan tersebut akan menghiasi kehidupan Anda setelah lulus dari kuliah.

2. Menentukan Makna Hidup

Ketika masih berada di bangku sekolah, mungkin kebanyakan orang akan berpikir tentang kehidupan masa depan yang jauh lebih baik.

Misalnya, ketika Anda bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kemanusiaan, sampai relawan bencana.

Mungkin Anda akan berpikir jika uang bukanlah segalanya.

Namun sejatinya setelah dewasa, yang Anda butuhkan ialah uang yang realistis.

Tuntutan finansial dalam hidup akan muncul pada fase ini.

Sehingga tak heran jika ditemui orang yang bingung antara tujuan hidup dan realitas kehidupan.

Baca juga: Foto Jessica Iskandar Cium El Barack Tuai Hujatan Netizen, Apa Kata Psikolog Soal Cium Bibir Anak?

Baca juga: Rafathar Ungkap Keengganannya untuk Shooting, Psikolog Anak: Biarkan Anak Senang Tanpa Ada Paksaan

3. Lingkaran Pertemanan Semakin Kecil

Saat berada di bangku sekolah, jumlah teman tergolong lebih banyak dan kompak.

Mulai dari teman kelas, teman bimbingan belajar, teman komunitas dan sebagainya.

Namun seiring berjalannya waktu, Anda akan merasa jika teman-teman Anda seperti menghilang satu per satu.

Entah itu dikarenakan kesibukan masing-masing, ataupun sudah memiliki tujuan hidup yang berbeda.

Misalnya, Anda pada masa kuliah atau sekolah dekat dengan teman Anda yang sebut saja Mawar.

Kemudian setelah lulus dari bangku kuliah, Mawar lebih memilih membangun kariernya di Jakarta, sementara Anda memilih menetap di daerah.

4. Ekspektasi Orang Lain

Manusia sebagai makhluk sosial, sehingga tidak bisa hidup jika tidak mmebutuhkan bantuan dari orang lain.

Tak jarang orang-orang yang berada di sekitar Anda menciptakan ekspektasi tersendiri untuk diri Anda.

Entah itu juga sesuai dengan ekspektasi Anda pribadi, ataupun sampai yang tidak.

Hal itu terkadang mungkin menjadi dilema Anda dalam mengambil keputusan dalam hidup.

Sebagai contohnya, Anda memiliki kekasih yang sudah menjalin hubungan selama lima tahun.

Sudah tiba waktunya bagi Anda untuk menjalin hubungan lebih serius dengan teman Anda.

Namun pada kesempatan tersebut, justru keluarga Anda meminta agar Anda memilih pasangan hidup yang memiliki finansial baik ataupun persyaratan yang lain.

(TribunPalu.com/Hakim)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved