Breaking News:

STIFA Pelita Mas Palu

Bertajuk DAGUSIBU, Dosen STIFA Pelita Mas Palu Sosialisasikan Penggunaan Obat Diare di Desa Beka

Seluruh dosen STIFA Pelita Mas Palu bersama beberapa staf dan mahasiswa ikut serta dalam kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) di Desa Beka.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Seluruh Dosen STIFA Pelita Mas Palu bersama beberapa staf dan mahasiswa ikut serta dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Beka Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/5/2021). 

TRIBUNPALU.COM - Seluruh Dosen STIFA Pelita Mas Palu bersama beberapa staf dan mahasiswa ikut serta dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Beka Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/5/2021).

Kegiatan ini bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Sigi.

Tema PKM yaitu DAGUSIBU, kepanjangan dari dapat, gunakan, simpan dan buang kemasan obat.

Diangkatnya tema tersebut mengingat masih banyaknya masyarakat yang mendapatkan obat bukan di apotek, melainkan di warung atau kios.

Selain itu sosialisasi penggunaan obat diare dilakukan karena penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang dapat merenggang nyawa, apabila penanganannya tidak cepat dan tepat.

Desa Beka yang belum lama ini mengalami banjir lumpur sangat rawan terhadap penyakit diare.

Penularan diare pada umumnya bersumber dari makanan atau minuman yang mengandung patogen penyebab diare.

Pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh bakteria dan parasit.

Gejala utama diare adalah mual, muntah, dan sakit perut. Muntah biasanya reda dalam satu atau dua hari.

Masyarakat Desa Beka, Kabupaten Sigi mengikuti sosialisasi penggunaan obat diare yang diadakan seluruh Dosen STIFA Pelita Mas Palu bersama beberapa staf dan mahasiswa.
Masyarakat Desa Beka, Kabupaten Sigi mengikuti sosialisasi penggunaan obat diare yang diadakan seluruh Dosen STIFA Pelita Mas Palu bersama beberapa staf dan mahasiswa. (Handover)

Diare dapat berlangsung hingga 10 hari, tetapi biasanya berlangsung selama dua atau tiga hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved