Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Jasa Raharja Sulteng Pastikan Jaminan Perlindungan Penumpang Angkutan Online

Kepala Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah Suryadi mengatakan, pihaknya memberikan perlindungan pada pengguna angkutan online.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Dimas Adi Satriyo
TribunPalu.com/Alan_Sahril
Kepala Jasa Raharja Cabang Sulteng Suryadi (Tengah), Kadis Perhubungan Provinsi Sulteng (Kanan), Kabid Angkutan Keselamatan Jalan dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Sulteng Sumarno (Kiri) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah Suryadi mengatakan, pihaknya memberikan perlindungan pada pengguna angkutan online.

Hal itu sejalan dengan Undang-undang Nomor 33 tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.

Suryadi menambahkan, masyarakat yang menggunakan angkutan online pun bukan sekadar kebutuhan, tapi menjadi lifestyle.

Baca juga: Gubernur Rusdi: Persoalan Bencana Pasigala Selesai Akhir 2021

Baca juga: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu Akan Berkantor di Mamboro

Baca juga: Rumah Dilalap Api, Pemuda 21 Tahun Tewas Terpanggang di Batui Banggai

"Itu sebab pentingnya identitas dan legalitas kendaraan Angkutan Sewa Khusus (ASK) guna kepastian jaminan perlindungan asuransi penumpang," Kata Suryadi di ruang rapat Jasa Raharja Cabang Sulteng Jl RA Kartini, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, pada Rabu (23/6/2021) pagi.

Menurut Suryadi, ASK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi.

Khususnya menyesuaikan dengan kondisi transportasi saat ini dimana populasi jumlah kendaraan untuk transportasi berbasis aplikasi (online,red) semakin marak digunakan masyarakat.

"Ketentuan mengenai ASK ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI) Nomor PM 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus," jelasnya

Lebih lanjut Suryadi menjelaskan, Besaran jaminan perlindungan bagi ASK, seperti meninggal dunia sebesar Rp 50 juta, cacat tetap Rp 50 juta, biaya perawatan Rp 20 juta, biaya ambulance Rp 500 ribu,  Biaya P3K Rp 1 juta dan biaya penguburan Rp 4 juta.

"Olehnya, saya mengajak agar para mitra ASK ini dapat mendaftarkan diri di Pusat Koperasi Angkutan milik Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng agar jaminan perlindungan dapat di lakukan," terangnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved