Breaking News:

STIFA Pelita Mas Palu

PKM di Desa Beka, Dosen STIFA Pelita Mas Palu Sosialisasikan Bahaya Bahan Kimia Obat Tradisional

Kegiatan dalam rangka Tri Dharma perguruan tinggi itu dipusatkan di Kantor Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Editor: mahyuddin
Handover
Dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas Palu bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Sigi menggelar sosialisasi bahaya bahan kimia obat (BKO) yang dicampurkan ke dalam obat tradisional atau jamu. 

TRIBUNPALU.COM - Dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas Palu bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Sigi menggelar sosialisasi bahaya bahan kimia obat (BKO) yang dicampurkan ke dalam obat tradisional atau jamu.

Kegiatan dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi itu dipusatkan di Kantor Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Sosialisasi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat itu dihadiri aparat desa, pengurus IAI cabang Sigi dan 90 orang warga Desa Beka.

”Masyarakat perlu ditekankan bahwa dampak dari obat tradisional mengandung BKO terhadap kesehatan manusia, jauh lebih besar dari pada manfaatnya,” kata pemateri dalam kegiatan tersebut, Kiki Rizki Handayani melalui rilis tertulisnya kepada TribunPalu.com, Rabu (23/6/2021).

Menurut Kiki, BKO yang sering dicampurkan ke dalam obat tradisional berupa Fenilbutason, Antalgin, diklofenak sodium, piroksikam, parasetamol, prednison, atau deksametason untuk klaim khasiat pegalinu, encok atau rematik.

Efek Samping yang ditimbulkan BKO sangat berbahaya, seperti deksametason memiliki efek samping glukokortikoid meliputi diabetes dan osteoporosis yang berbahaya bagi usia lanjut.

Dapat terjadi gangguan mental, euphoria dan myopagh.

Pada anak-anak kortikosteroid dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, sedangkan pada wanita hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan adrenal anak dan Mineralokortikoid.

Mineralokortikoid adalah hipertensi, pretensi Natrium dan cairan serta hypokalemia.

“Tips yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara cepat sebagai tindakan kewaspadaan terhadap obat tradisional yang mengandung BKO adalah apabila produk diklaim dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit dan bila manfaat atau kerja obat tradisional dirasa sedemikian cepatnya terjadi,” jelas Kiki.

Kegiatan tersebut dirangkaikan promosi kampus STIFA Pelita Mas Palu dan juga pembagian sembako kepada masyarakat.

“Dengan sosialisasi ini, harapannya masyarakat dapat mengetahui bahaya BKO yang terkandung di dalam obat tradisional dan dapat selektif dalam memilih produk obat tradisional yang beredar di pasaran,” papar Kiki.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved