Breaking News:

Desakan Jokowi Mundur Makin Kencang, Pengamat: Wajar, Karena Presiden Sudah Gagal

Desakan terhadap Presiden Joko Widodo untuk mundur semakin kencang di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Editor: Muh Ruliansyah
scmp.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNPALU.COM - Desakan terhadap Presiden Joko Widodo untuk mundur semakin kencang di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Beberapa waktu terakhir, ramai di media sosial tagar-tagar yang meminta Jokowi mengibarkan bendera putih.

Pada Selasa (6/7/2021), netizen memplesetkan PPKM menjadi 'Pak Presiden Kapan Mundur' hingga trending di media sosial Twitter.

Desakan kepada Jokowi untuk mundur kembali menjadi trending topik di Twitter melalui tagar #BapakPresidenMenyerahlah, Rabu (7/7/2021).

Isu ini mendapat sorotan dari pengamat politik sekaligus pakar hukum tata negara Refly Harun.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dengan Bahasa Arab dan Latin, Simak Keutamaan Jika Menjalankannya

Baca juga: Messi Jadi Trending Topic, Netizen Soroti Kaki Berdarah hingga Ejekan La Pulga Terhadap Yerry Mina

Baca juga: Apa Itu Anosmia? Simak Pengertian dari Gejala Covid-19 Ini dan Cara Mengatasinya di Rumah

Menurut Refly Harun, munculnya desakan Jokowi mengibarkan bendera putih muncul karena kegagalan presiden menjalankan amanat konstitusi.

Kegagalan itulah yang menurut Refly menjadi pemicu utama isu Jokowi diminta mundur semakin mengencang.

“Diukur dari amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, maka sesungguhnya Presiden Jokowi sudah gagal. Presiden sudah gagal menjalankan amanat konstitusi,” katanya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu, 7 Juli 2021.

Refly Harun
Refly Harun (Istimewa)

“Karena sudah gagal tersebut ya wajar kemudian ada yang meminta untuk agar Presiden Jokowi mengundurkan diri. Apalagi PPKM diperpanjang menjadi singkatan ‘Pak Presiden Kapan Mundur,” tambahnya.

Menurut Refly, kegagalan presiden menjalankan amanat konstitusi bisa dilihat dari cara pemerintah menangani pandemi COVID-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved