Kuliner Banggai
Jajanan Es Alpukat Kocok Laris Manis di Banggai
Minuman dingin menjadi sasaran utama di saat panas menyengat. Situasi itu menjadi berkah tersendiri bagi pedagang.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Minuman dingin menjadi sasaran utama di saat panas menyengat.
Situasi itu menjadi berkah tersendiri bagi pedagang.
Misalnya pedagang es Alpokat Kocok di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Gerobak Alpokat Kocok itu dibuka dari pukul 10.30 sampai 16.30 WITA.
Hanya lima jam jualan, bisa habis 70 gelas.
Harganya Rp 10 ribu per gelas.
Baca juga: Akses Masuk di Samping dan Belakang Ditutup, Harus Lewat Pintu Depan Kantor Wali Kota Palu
Baca juga: Pembunuhan Sadis di Bangkep: Nenek dan Cucu Bersimbah Darah di Dapur, Anak Tergeletak di Pekarangan
Modalnya hanya sekitar Rp 300 sampai Rp 400 ribu per hari.
"Kalau musim panas begini, bisa 60 sampai 70 gelas," ungkap pedagang Alpukat Kocok, Bahri, saat ditemui TribunPalu.com, Kamis (8/7/2021).
Bila mendung, tidak selaris itu.
Hanya sekitar 30 gelas saja.
Gerobak jualannya tepat berada di Tugu Jam Kota Luwuk.
Karena letaknya di situ, sehingga lapaknya diberi nama 'Es Teler Pak De Jam Kota'.
Pak De itu adalah suami kakak kandungnya.
Jadi, pria 36 tahun itu hanya menjalankan usaha kakaknya yang sudah 2 tahun lebih.
Dalam satu gelas Alpukat Kocok, terdapat empat sendok makan alpukat, susu kental secukupnya, satu sachet milo atau ovaltine, dan es batu.
Baca juga: BREAKING NEWS: Satu Keluarga di Bangkep Dibacok Hingga Meregang Nyawa, Polisi Buru Pelaku
Rasanya enak, dan segar.
"Alpukat Kocok bisa juga dipesan melalui aplikasi Draiv," kata pria anak satu itu.
Draiv adalah aplikasi layanan transportasi dan jasa pesan antar online di Luwuk.
Aplikasi yang dibuat oleh putra asli Kabupaten Banggai ini mirip Gojek atau GoFood di kota-kota besar di Indonesia.
Basri rencanannya akan mengembangkan usaha jualan Alpukat Kocok.
"Saya masih cari tempat. Mau buka juga seperti ini," kata Basri.
Sudah sekitar 4 bulan Bahri di Luwuk.
Dia berasal dari Kelurahan Tondo, Kota Palu.
Selain berjualan Alpukat Kocok, Basri juga ternyata jualan jam tangan online.
"Kalau malam, saya jualan jam tangan online," kata pria berkumis tipis ini.
Jam tangan berbagai merek dibeli langsung dari Jakarta.
Harga dari Rp 50 sampai Rp 120 ribu.
"Kalau jam merek G-Shock harganya ada yang Rp 115 ribu," tuturnya sembari menunjukka gambar jam di gawainya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gerobak-jajanan-es-alpukat-kocok-di-luwuk-banggai.jpg)