Breaking News:

Kabar Seleb

Anak dan Menantu Terlibat Narkoba, Grup Bakrie Masih Punya Utang Lumpur Lapindo Rp 1,91 Triliun

kekayaan mereka yang berlimpah itu tidak pernah bisa bersih dari 'dosa' yang membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal mereka akibat lumpur lapin

Editor: Putri Safitri
handover
Adri Bakrie, Nia Ramadhani dan sang ayah mertua, Aburizal Bakrie. 

Mengutip arsip Harian Kompas 30/5/2006, lumpur bersuhu 60 derajat celcius disertai gas itu menyembur sejak subuh pukul 04.30 WIB di areal persawahan desa.

Gas yang ikut keluar sangat beracun sampai dua warga dilaporkan keracunan akibat menghirup gas, yang akhirnya ketahuan mengandung hidrogen sulfida.

Saat itu sekolah di desa itu sampai diliburkan 2 hari akibat kejadian tersebut.

Sampai sekarang, penyebab semburan lumpur itu masih misterius.

Demikian pula dengan dana utang Lapindo yang terus ditagih pemerintah senilai 1,91 Triliun Rupiah.

Dilansir dari Kompas.com April lalu, Kemenkeu terus-terusan menagih utang anak usaha Lapindo Brantas Inc., PT Minarak Lapindo.

Mereka merupakan perusahaan yang bertanggung jawab, yang merupakan perusahaan milik keluarga Bakrie.

Sampai saat ini utang Lapindo masih belum terbayar, saat itu utang Bakrie kepada pemerintah masih Rp 773,8 miliar.

Pemerintah menalangi pembayaran utang Lapindo kepada warga yang kehilangan tempat tinggalnya, dengan melunasi pembelian tanah dan bangunan warga korban luapan lumpur lapindo, Sidoarjo.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menyampaikan, pemerintah sejatinya meminta perusahaan konglomerasi Bakrie itu melunasi utangnya.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved