Operasi Madago Raya

Disambangi Satgas Operasi Madago Raya, Warga Desa Lemban Tongoa Ikrar Lawan Terorisme

Kegiatan itu sebagai bentuk perhatian dan kehadiran negara di tengah masyarakat, untuk bersama-masa dalam memerangi segala bentuk kejahatan Teroris

Penulis: Ketut Suta | Editor: mahyuddin
handover/Humas Ops Madago Raya
Tim Satgas II Preemptif Operasi Madago Raya menemui warga Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Tim Satgas II Preemptif Operasi Madago Raya menemui warga Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Tim Satgas dipimpin AKBP Eliaser Musa dan AKP Kartompo.

Pertemuan berlangsung di rumah warga dan dipimpin kepala desa setempat.

Dalam pertemuan tersebut, warga desa berikrar melawan kejahatan Terorisme

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk dapat memberi informasi kepada aparat keamanan  yang berada di pos sekat Desa Lemban Tongoa, dan apabila melihat atau mengetahui keberadaan dari kelompok teroris," kata AKBP Eliaser Musa melalui rilis tertulisnya, Minggu (11/7/2021).

"Dan juga apabila pergi ke kebun diharapkan berkelompok, agar saling memberi informasi keberadaan, mari sama-sama menjaga keselamatan pribadi dan kelompok," ucapnya menambahkan.

Baca juga: Di Sela-sela Perburuan Teroris MIT Poso, Kapolda Sulteng Beri Kejutan Ultah ke Danrem Tadulako

Dia menyebutkan, kegiatannya itu sebagai bentuk perhatian dan kehadiran negara di tengah masyarakat, untuk bersama-masa dalam memerangi segala bentuk kejahatan Terorisme.

AKBP Eliaser Musa berharap, kegiatan itu dapat mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana Terorisme.

Kasatgas VII Humas Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, aparat gabungan TNI-Polri tergabung dalam Operasi Madago Raya tahap III terus memburu DPO teroris Poso tersebut.

"Kami berharap seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi segala bentuk tindakan kejahatan Terorisme karena terorisme merupakan musuh bersama," ujar Didik.

Diketahui, warga Desa Lemban Tongoa adalah satu dari beberapa desa di Sulawesi Tengah yang pernah menjadi korban keberingasan kelompok teroris.

Baca juga: Target 2 Bulan Tuntaskan MIT Poso, Operasi Madago Raya Tambah 192 Personel Polri

Di desa yang bersebelahan dengan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) itulah empat orang warga tewas dibunuh kelompok Mujahidin Indonesa Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Untuk mencapai desa tersebut, diperlukan waktu sekitar dua jam berkendara dari Kota Palu melalui jalur tanjakan yang curam dan berbatu, serta sisi jurang yang dalam.

Jalur kendaraan masuk ke dalam Desa Lemban Tongoa hanya bisa dilalui sepeda motor.

Di wilayah tersebut tidak tersedia jaringan internet. Pun untuk menelpon, warga harus mencari tempat yang agak tinggi.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved