Breaking News:

Operasi Yustisi

Pelanggar PPKM Diganjar Denda Rp 2 Juta, Curhat Pedagang Siomay di Palu: Kami Berjualan Demi Makan

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Palu menerapkan jam malam alias mewajibkan setiap pengusaha menutup usahanya pukul 20.00 Wita.

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Duro, pedagang siomay di Jl Pue Bongo II Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berlaku selama 6 Juli-20 Juli 2021.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Palu menerapkan pembatasan jam malam alias mewajibkan setiap pengusaha menutup usahanya pukul 21.00 Wita.

Pelaku usaha yang tidak mentaati aturan tersebut diganjar denda Rp 2 juta.

Hal itupun menuai protes dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

Di antaranya Duro, pedagang siomay di Jl Pue Bongo II Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu

Ia menyayangkan pemberlakuan denda Rp 2 juta bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 maupun pembatasan jam malam. 

Baca juga: 2 Teroris Poso Tewas Pasca Penyergapan, RS Bhayangkara Palu Dijaga Aparat Bersenjata Lengkap

Menurut Duro, sanksi Rp 2 juta sangat memberatkan pedagang kecil seperti dirinya. 

Sementara di waktu bersamaan, ia juga harus membayar ongkos sewa lapak tempatnya berjualan. 

"Sejak pandemi tentu sudah berdampak bagi terhadap pemasukan, apalagi ditambah kebijakan PPKM. Kalau dihitung-hitung, Rp 2 juta itu bisa buat modal saya berjualan untuk dua bulan," kata Duro, Minggu (11/7/2021). 

"Saya sewa tempat Rp 17 juta per tahun. Aparat baiknya menegur terlebih dahulu, jangan langsung denda. Kami juga kan berjualan demi makan," tuturnya menambahkan. 

Satuan Tugas (Satgas) Yustisi Kota Palu mengumpulkan Rp 28 juta dari Pelanggar PPKM Mikro selama delapan hari beroperasi di Ibu Kota Sulawesi Tengah.

Baca juga: Viral Video Petugas Dishub Terekam Nongkrong di Warung Saat PPKM, Begini Nasibnya Kini

Ketua Satgas Yustisi Palu Max Duyoh mengatakan, pelaku usaha diganjar Denda Rp 2 juta karena melanggar dan tidak mematuhi Perwali nomor 9 tahun 2021 tentang pemberlakuan batas jam malam sampai pukul 21.00 Wita.

"Sebanyak 14 pelaku usaha yang sudah kami berikan Denda, uangnya sudah kami antar dan setor sebagai pemasukan kas daerah Kota Palu," kata Max Duyoh, dikutip Sabtu (10/7/2021).(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved