Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Pemprov Sulteng Konsultasi Rancangan Awal RPJMD 2021-2026

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah gelar konsultasi publik Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sultenh tahun 2021-2026.

Penulis: Moh Salam | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto  sedang mengikuti pimpin konsultasi publik terkait RPJMD Sulteng tahun 2021-2026, Kamis (15/7/2021) siang.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah gelar konsultasi publik Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sultenh tahun 2021-2026, Kamis (15/7/2021) siang. 

Untuk mendapatkan saran dan tanggapan atas RPJMD Sulteng hingga 2026 mendatang.

Sehingga rancangan awalnya mulai di konsultasikan ke publik.

Konsultasi publik RPJMD dibuka oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto, Kamis (15/7/2021) secara virtual di ruang Vidcom Kantor Gubernur Sulteng.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto membacakan antara lain disampaikan poin-poin penjabaran visi misi ke dalam program, kegiatan dan sub kegiatan prioritas.

“Semoga dari forum ini dapat dihimpun masukan-masukan strategis guna menyempurnakan rancangan awal ini,” ungkap Rudi Dewanto. 

Baca juga: Pernyataan Kiky Saputri Usai Video Welcome to Indonesia Viral: Wakil Rakyat Pasti Mendengar

Baca juga: Siapa Itu Shyalimar Malik? Cucu Mantan Wakil Presiden Indonesia, Ditinggal Suami Saat Hamil 6 Bulan

Ia menyebutkan, ada beberap hal masuk dalam sub kegiatan prioritas antara lain Perlindungan kesehatan masyarakat dari Covid-19, penyediaan APBD sensitif bencana, padat karya, dan pendirian sekolah vokasional.

Selain itu juga dibutuhkan kerjasama antar kawasan dengan provinsi bertetangga, retribusi aset, pertanian digital, dan penciptaan anak usaha BUMD.

"Jadi hal itu merupakan diantara langkah-langkah prioritas pemerintah provinsi untuk mewujudkan Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju," tuturnya Rudi membacakan pesan Rusdi Mastura.

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan itu menjelaskan, dengan target kinerja diharapkan dapat menurunkan angka kemiskinan dan penurunan angka pengangguran di Sulawesi Tengah.

"Harapannya dengan kinerja tersebut dapat menurunkan kemiskinan menjadi 5,92 persen, penurunan pengangguran menjadi 3,04 persen, indeksi gini berada pada kategori moderat 0,32 poin; peningkatan IPM menjadi 70,39 dan kesemua target diharap terwujud pada 2026," ujarnya.

Ditambah lagi, untuk percepatan penanganan dampak bencana 28 September 2018 silam, Pemerintah Provinsi lewat APBD Perubahan 2021 telah menganggarkan lebih dari Rp. 61 Miliar untuk biaya percepatan pembebasan lahan huntap di wilayah Pasigala dan pembangunan SPAM regional untuk pengadaan air bersih.

“Harapan saya agar Kepala OPD dapat mendalami dan memahami RPJMD ini secara utuh, yang mana substansinya masih bersifat makro sehingga perlu dan harus saudara turunkan menjadi rencana strategis perangkat daerah dengan target kinerja yang lebih spesifik lagi,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved