Breaking News:

Teroris Poso Tewas

Akademisi Universitas Tadulako Soroti Kasus Tewasnya 2 Teroris MIT Poso

Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Harun Nyak Itam Abu menyoroti terkait identitas dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Akademisi Universitas Tadulako Harun Nyak Itam Abu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Harun Nyak Itam Abu menyoroti kasus tewasnya 2 anggota Teroris MIT Poso.

Yakni terkait identitas dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas belum lama ini. 

Hal ini menyusul ketidaksinkronan antara keterangan Mabes Polri dengan Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya.

Harun menyayangkan pernyataan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan bahwa kedua anggota MIT yang tewas bernama Rukli dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. 

Sementara, Waka Sub Satgas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiono mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan identitas dari keduanya. 

"Perbedaan keterangan antara Mabes Polri dengan Satgas Madago Raya menunjukkan tidak sinkronnya pengelolaan data dalam tubuh Polri," ujar Harun, Jumat (16/7/2021). 

Baca juga: Lowongan Kerja Sulteng: Berikut 3 Info Loker Bagian Sales, Tersedia untuk Lulusan SMA/Sederajat

Baca juga: Akses Jalan Trans Sulawesi di Banggai Terbuka Kembali Setelah 16 Jam Putus Total

Hal tersebut membuat Harun mempertanyakan gaya komunikasi kepolisian dalam menangani kasus teror MIT di Sulawesi Tengah. 

Pakar Hukum Pidana Untad itu menganggap Humas Polri terlalu dini mengambil kesimpulan. 

Seharusnya, kata dia, polisi lebih berhati-hati menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved