Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Prima Sulteng Sebut Komposisi Pengurus Perusahaan Daerah Sudah Tepat

Juru Bicara Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Sulawesi Tengah (Sulteng) Azman Asgar menilai nama-nama anggota pejabat Perusahaan Daerah cukup

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Juru Bicara Prima Sulawesi Tengah Azman Asgar 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Juru Bicara Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Sulawesi Tengah (Sulteng) Azman Asgar menilai nama-nama anggota pejabat Perusahaan Daerah (Perusda) cukup meyakinkan. 

Ia percaya mereka yang duduk di posisi strategis dalam struktur Perusda memiliki integritas serta pengalaman mumpuni. 

"Langkah gubernur mengelaborasikan nama-nama yang mengisi posisi strategis di tubuh Perusda Sulteng sangat tepat. Mereka memiliki latar belakang dari berbagai profesi, mulai dari ahli hukum, NGO, pegiat HAM, ekonom dan lain-lain," ujarnya, Jumat (16/7/2021) siang.

Azman mengaku mengenal beberapa pejabat Perusda, seperti M Ridha Saleh dan Arianto Sangadji. 

Menurutnya, penempatan M Ridha Saleh sebagai Tim Asistensi dan Arianto Sangadji sebagai Tim Ahli sesuai dengan kompetensi dan kapabilitas masing-masing. 

Ini dilihat Azman berdasarkan rekam jejak keduanya yang kerap memerhatikan berbagai persoalan, mulai dari HAM, lingkungan hingga sumber-sumber pendapatan di Sulawesi Tengah. 

Baca juga: Urai Kemacetan di Depan Rumah Sakit, Lalulintas di Jl Kangkung Palu Barat jadi Satu Arah

Baca juga: Disebut Tak Hamil, Wanita Pemilik Warkop yang Dipukul Satpol PP: Tukang Urut Bilang Saya Hamil

"Dilibatkannya pegiat HAM dan lingkungan, setidaknya bisa melihat dengan kritis sumber pendapatan yang tidak mengabaikan hak-hak asasi masyarakat maupun kerusakan ekologis," kata Azman. 

Alumni Universitas Alkhairaat itu mengaku optimis Perusda bisa lebih maksimal dalam meningkatkan pendapatan daerah Sulawesi Tengah

Sebab menurutnya, Perusda selama ini belum menunjukkan kinerja maksimal dalam melihat potensi penambahan nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Umumnya Perusda hanya di dominasi para ahli hukum dan pengusaha. Sehingga tidak punya mindset membangun dan cenderung terjebak dalam langkah-langkah formalistik. Ini hanya membebani APBD karena tidak berani berpikir out of the box," ucap Azman. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved