Breaking News:

MUI Minta Umat Muslim Bagikan Kurban dalam Bentuk Makanan Jadi Bagi Warga Isoman dan Kurang Mampu

"Fatwa MUI membolehkan pengolahan hewan kurban menjadi makanan jadi, sehingga manfaatnya bisa lebih optimal," kata Asrorun.

Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Sapi kurban di pasar hewan Jl Pipa Air, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulteng. 

TRIBUNPALU.COM - Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh menyarankan agar pemberian daging kurban diutamakan untuk pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Pasien yang menjalani isolasi mandiri bisa mendapatkan gizi yang baik dengan mengonsumsi daging kurban.

"Daging juga diutamakan untuk mereka yang melakukan isoman," ujar Asrorun dalam diskusi virtual, Minggu (18/7/2021).

Menurut Asrorun, panitia pemotongan hewan kurban dapat memberikan daging kurban yang telah diolah menjadi makanan kepada pasien Covid-19 yang isoman.

Asrorun mengatakan MUI telah membuat fatwa yang memperbolehkan pengolahan hewan kurban menjadi makanan.

"Fatwa MUI membolehkan pengolahan hewan kurban menjadi makanan jadi, sehingga manfaatnya bisa lebih optimal," kata Asrorun.

Selain itu, Asrorun menyarankan agar penyembelihan hewan kurban tidak dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu.

Baca juga: Survey LSI Sebelum PPKM: Masyarakat Ingin Pemerintah Prioritaskan Ekonomi daripada Kesehatan

Baca juga: Menko Airlangga Ajak Habaib dan Ulama Sukseskan Protokol Kesehatan saat Idul Adha

Hal ini dilakukan, mengurangi potensi kerumunan yang dapat terjadi dalam proses penyembelihan hewan kurban.

"Aspek keagamaan bisa memberikan waktu 4 hari penyembelihan kurban, jadi memastikan tidak ada penumpukan. Menyembelih kurban bisa dilakukan pada 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijah," pungkas Asrorun.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MUI Sarankan Daging Kurban Diberikan ke Pasien Isoman, 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved