Idul Adha di Sulteng

4 Pasien Covid-19 Banggai Meninggal, Petugas Pemulasaran Lebaran di Kamar Jenazah

Tepat di momen lebaran Iduladha 1442 Hijriah, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 11 kasus baru.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
handover
Petugas pemulasaran RSUD Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. mengurus jenazah pasien Covid-19 di Hari Raya Idul Adha, Selasa (20/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menelan korban jiwa.

Satgas Covid-19 Banggai melaporkan, per tanggal 20 Juli 2021, ada 4 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang Meninggal Dunia.

Mereka berasal dari Kecamatan Luwuk Selatan, Luwuk Utara, Nambo, dan Kintom.

Meski angka kematian melonjak, namun kasus Covid-19 di Banggai menunjukkan adanya penurunan.

Tepat di momen lebaran Iduladha 1442 Hijriah, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 11 kasus baru.

Sebelumnya, 19 Juli 2021, terdapat 52 kasus baru.

Baca juga: TNI-Polri Makamkan Jenazah Covid-19 di Simpang Raya Banggai

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banggai, Nurmasita Datu Adam melaporkan, 11 kasus baru itu semuanya dirawat di ruang isolasi RSUD Luwuk.

Sedangkan dari 543 kasus lama, 12 orang diantaranya dirawat di ruang isolasi RSUD Luwuk, 34 orang dirawat di RS Darurat BKPSDM Banggai, dan 497 orang menjalani isolasi mandiri.

"Hari ini, ada 3 kasus sembuh. Mereka dari Kecamatan Luwuk Selatan 2 kasus, dan 1 kasus dari Kecamatan Luwuk," beber Nurmasita.

Sementara itu, meningkatnya jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal membuat petugas pemulusaran RSUD Luwuk harus bekerja ekstra.

Selain itu, sangat mengancam keselamatan nyawa karena mudah terpapar.

Bahkan, mereka rela meninggalkan keluarga di saat momen lebaran Iduladha 1442 Hijriah.

Baca juga: Turunkan Kolesterol dengan Rutin Konsumsi Jus Buah Berikut Ini, Ada Jus Jeruk hingga Jus Alpukat

Seorang petugas pemulasaran RSUD Luwuk Deden Kusmaya mengaku, di malam takbiran Iduladha 1442 Hijriah, mereka masih saja mengurus jenazah Covid-19 di RSUD Luwuk.

Begitupun sesaat setelah salat Iduladha.

"Kami harus kembali lagi ke kamar jenazah. Karena masih ada dua jenazah lagi," tutur alumni Akper Luwuk ini.

Meski mengancam nyawa mereka dan keluarga, namun pekerjaan itu dijalani dengan ikhtiar dan ikhlas.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved