Breaking News:

Dokter Lois Ditetapkan Jadi Tersangka, Pakar Hukum: Ini Masalah Serius Terhadap Demokrasi

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari perkembangan kasus Dokter Lois yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pendapatnya.

Editor: Muh Ruliansyah
(Tribunnews.com/ Reza Deni)
Dokter Lois Owien saat keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (12/7/2021) pukul 18.58 WIB. 

Ia mengatakan, pihak yang menyebut dokter Lois ODGJ sempat mengaku berasal dari kampung halaman yang sama.

Kendati demikian, Hasan menyebut bahwa pernyataan tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan.

"Jadi begini, setelah saya telusuri nomor telepon tersebut, orang itu menghubungi saya," kata Hasan.

"Saya tanya anda ini siapa, dia bilang 'Kita dulu tinggal di kampung Tupan sama ibundanya dr. Lois', dia denger berita begini turut prihatin."

"Saya bilang kalau anda tidak menghubungi pihak keluarga terdekat tidak boleh keluarkan statement begitu."

"Nanti dianggapnya dokter Lois ada gangguan (jiwa) kan, kalau ada pernyataan begitu, langsung saya bantah," tambahnya.

Dokter Lois yang dinyatakan sebagai tersangka penyebar hoaks sempat disebut mengalami linglung saat diperiksa di Bareskrim Polri.

Namun, Hasan mengatakan bahwa itu terjadi karena dr. Lois kelelahan karena sudah dua hari menjalani pemeriksaan dari Polda Metro Jaya hingga ke Bareskrim Polri.

"Mungkin capek kali, orang sudah dua hari dua malam enggak istirahat. Ditanyain begitu pasti capek lah," kata Hasan.

"Saya saja datang ke situ sudah capek," pungkasnya.

Ngaku Asal Ngomong

Sempat viral selama beberapa hari, sosok Lois Owien alis dr. Lois akhirnya mengaku semua pernyataannya terkait Covid-19 yang kontroversial hanyalah asal ngomong tanpa dilandasi riset dan bukti pendukung.

Dokter Lois diketahui tidak percaya akan keberadaan Covid-19 dan menuding pasien Covid meninggal karena interaksi obat.

Setelah mengakui asal ngomong, dr. Lois diketahui tidak akan dipenjara oleh pihak kepolisian.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, sebelumnya dr. Lois diamankan pada Minggu (11/7/2021).

Kemudian kabar terbarunya, dr. Lois mengakui dia hanya asal ngomong soal teori-teorinya terkait Covid-19.

"Segala opini terduga yang terkait Covid, diakuinya merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset. Ada asumsi yang ia bangun, seperti kematian karena Covid disebabkan interaksi obat yang digunakan dalam penanganan pasien," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi, Selasa (13/7/2021).

"Kemudian, opini terduga terkait tidak percaya Covid, sama sekali tidak memiliki landasan hukum."

"Pokok opini berikutnya, penggunaan alat tes PCR dan swab antigen sebagai alat pendeteksi Covid yang terduga katakan sebagai hal yang tidak relevan, juga merupakan asumsi yang tidak berlandaskan riset," sambung Slamet.

Kepada polisi, dr. Lois berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kami dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti mengingat seluruh barang bukti sudah kami miliki," ungkap Slamet.

"Yang bersangkutan menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan," ujar Slamet. (*)

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved