Breaking News:

Palu Hari Ini

Lurah Nunu Mengaku Berat Terapkan PPKM: Tapi Demi Melindungi Warga

Lurah Nunu Nanda Andriana Senewe mengatakan, PPKM di tengah Pandemi Covid-19 merupakan keputusan berat yang harus diambil oleh pemerintah.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM
Nanda Andriana Senewe Lurah Nunu dan Sahdin Lurah Lolu Selatan saat kunjungan ke studia TribunPalu.com, Kamis (22/7/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lurah Nunu Nanda Andriana Senewe mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tengah Pandemi Covid-19 merupakan keputusan berat yang harus diambil oleh pemerintah.

"Dengan berat hati harus diberlakukan, karena waktu diambil tindakan PPKM, baru 10 persen warga Kota Palu yang divaksin, sehingga kita mengalami lonjakan besar-besaran, ditambah dengan varian baru Covid-19 yaitu Delta," kata Nanda Andriana Senewe, Kamis (22/7/2021) sore. 

Nanda Andriana Senewe menyebut, tujuan pemerintah bukan untuk menakuti warga terkait varian baru tersebut.

Namun pemberlakuan PPKM malah untuk melindungi warga dan juga mensosialisasikan terkait pentingnya vaksin.

"Kenapa di negara maju sana banyak warganya sudah tidak pakai masker karena memang sudah leboh dari 80 persen wilayahnya di vaksin. Sehingga itu yang perlu diberikan pemahaman kepada warga," ujarnya.

Baca juga: Sulteng Peringkat Ketiga Kesembuhan Covid-19 Tertinggi di Sulawesi

Baca juga: 9 Warga Banggai Meninggal Dunia karena Covid-19 Hari Ini

Nanda Andriana Senewe menyebut, banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) diwilayahnya mengeluhkan PPKM.

Namun dirinya tidak bosan-bosan mengingatkan warganya jika PPKM ialah untuk menjaga sanak saudara kita dari Covid-19.
"Jadi kan, sebelum dikeluarkan keputusan PPKM itu kita sudah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha kecil ini di Kelurahan Nunu, dan disana itu banyak sekali penjual nasi kuning dari pagi hingga malam, jadi tugas kita itu memberikan solusi misalnya harus lebih cepat jualannya," ujarnya.

Nanda Andriana Senewe menambahkan, ketika waktu sudah menunjukan pukul 21.00 Wita, kita pun tidak serta merta langsung melakukan penutupan tapi dengan sistem take away.

Selain itu Satgas K5 setiap hari melakukan pendekatan kepada warga terkait penerapan Prokes Covid-19 di Kelurahan Nunu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved