Breaking News:

Perlukah Jokowi Minta Maaf Soal COVID-19? Yunarto: Maaf dari Pemimpin Selalu Diapresiasi Positif

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta maaf.

Editor: Imam Saputro
Kompas TV
Presiden Jokowi. 

"Yang paling penting adalah kenyataan dan pemahaman bahwa ketika minta maaf dan memberikan keterbukaan informasi, kejujuran sejelek apapun, itu malah akan mendapat sebuah apresiasi," ujar Yunarto.

"Dan trust akan terbangun, energi kebersamaan akan terbangun antara warga dan elite."

Data Lembaga Survei Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Jokowi menurun.

Namun, Yunarto menyebut hal itu tidak mengagetkan dan sangat lumrah terjadi pada pemimpin negara.

"Selalu ada pola yang sama, ketika angka Covid-19 naik, kecenderungan approval rating-nya akan turun," kata Toto.

"Karena dalam kondisi kekinian itu bukan lagi sekadar isu kelangkaan bahan pokok atau lapangan pekerjaan yang berpengaruh, sekarang penganganan pandemi itu akan berpengaruh langsung pada approval rating."

"Jadi tidak akan mengagetkan ketika kondisinya mereda, itu approval rating akan turun," tambahnya.

Langkah lain yang perlu dijaga pemerintah adalah bagaimana caranya agar masyarakat tidak semakin tidak percaya.

"Tapi ada kata kunci, jangan ada variabel lain termasuk kegagalan komunikasi bisa memperburuk situasi," ucap Toto.

"Karena dalam ketidakpuasan, publik masih akan mengapresiasi ketika mereka tahu pemerintah bekerja dan arah kebijangannya jelas," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved