Breaking News:

Perlukah Jokowi Minta Maaf Soal COVID-19? Yunarto: Maaf dari Pemimpin Selalu Diapresiasi Positif

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta maaf.

Editor: Imam Saputro
Kompas TV
Presiden Jokowi. 

TRIBUNPALU.COM - Sejumlah elite pemerintahan belakangan ramai meminta maaf ke masyarakat karena penanganan Covid-19 dirasa tidak maksimal.

Mulai dari para menteri seperti Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir, hingga pemimpin daerah seperti Ridwan Kamil dan Khofifah.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta maaf.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, dan Presenter Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, Rabu (21/7/2021). Yunarto Wijaya mengaku sedih dengan adanya pejabat yang meminta diistimewakan di masa pandemi Covid-19.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, dan Presenter Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, Rabu (21/7/2021). Yunarto Wijaya mengaku sedih dengan adanya pejabat yang meminta diistimewakan di masa pandemi Covid-19. (YouTube Najwa Shihab)
 
 
 
Hanya saja, tidak pernah disampaikan secara langsung atau hanya tersirat saja.

Menurutnya, permintaan maaf seorang pemimpin negara justru akan mendapatkan apresiasi baik dari rakyatnya meski dalam kondisi kekecewaan.

"Permintaan maaf di seluruh pemimpin dunia yang pernah meminta maaf, itu selalu diapresiasi positif," kata Yunarto di Mata Najwa, Kamis (22/7/2021).

Yunarto mencontohkan sosok pemimpin seperti Donald Trump atau Bolsonaro yang justru mendapat approval rating rendah karena selalu merasa benar.

Kendati demikian, bukan berarti Presiden Jokowi langsung segera minta maaf ketika dikritik demikian.

"Saya tidak mau ya ketika kita membahas ini, Pak Jokowi lalu minta maaf. Itu juga buruk, seakan-akan ini aksi-reaksi," ujar Yunarto menambahkan.

Pengamat politik yang akrab dipanggil Mas Toto itu meyakini bahwa rakyat akan mengapresiasi apabila Presiden mau meminta maaf atau mengatakan apa adanya soal penanganan Covid-19.

Hal itu justru akan membangun kepercayaan tersendiri meskipun hasilnya mungkin tidak memuaskan.

"Yang paling penting adalah kenyataan dan pemahaman bahwa ketika minta maaf dan memberikan keterbukaan informasi, kejujuran sejelek apapun, itu malah akan mendapat sebuah apresiasi," ujar Yunarto.

"Dan trust akan terbangun, energi kebersamaan akan terbangun antara warga dan elite."

Data Lembaga Survei Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Jokowi menurun.

Namun, Yunarto menyebut hal itu tidak mengagetkan dan sangat lumrah terjadi pada pemimpin negara.

"Selalu ada pola yang sama, ketika angka Covid-19 naik, kecenderungan approval rating-nya akan turun," kata Toto.

"Karena dalam kondisi kekinian itu bukan lagi sekadar isu kelangkaan bahan pokok atau lapangan pekerjaan yang berpengaruh, sekarang penganganan pandemi itu akan berpengaruh langsung pada approval rating."

"Jadi tidak akan mengagetkan ketika kondisinya mereda, itu approval rating akan turun," tambahnya.

Langkah lain yang perlu dijaga pemerintah adalah bagaimana caranya agar masyarakat tidak semakin tidak percaya.

"Tapi ada kata kunci, jangan ada variabel lain termasuk kegagalan komunikasi bisa memperburuk situasi," ucap Toto.

"Karena dalam ketidakpuasan, publik masih akan mengapresiasi ketika mereka tahu pemerintah bekerja dan arah kebijangannya jelas," pungkasnya.

Lihat videonya mulai menit ke 1.55:

Erick Thohir hingga Luhut Minta Maaf

Tak hanya Ridwan Kamil, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga meminta maaf kepada segenap masyarakat Indonesia terkait penganan Covid-19.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Erick Thohir di acara Peresmian RSPJ Extensi Arafah Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Senin (19/7/2021).

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan juga meminta maaaf.

Keduanya sama-sama mengakui bahwa pemerintah kini tengah kewalahan menangani pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai.

Dilansir TribunWow.com, Erick Thohir semula menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang selama ini ikut berjuang.

Dalam acara tersebut, dihadiri juga sejumlah menteri termasuk Luhut Binsar Pandjaitan yang menyimak secara virtual.

"Tentu saya apresiasi gotong royong yang dilakukan masyarakat hari ini, tidak hanya kementerian banyak sekarang pihak swasta, tokoh masyarakat yang juga sama-sama gotong royong tangani covid-19 ini," Erick Thohir YouTube Pertamedica IHC, Selasa (20/7/2021).

"Saya yakini tidak mungkin kami pemerintah bisa sukses melakukan programnya tanpa peran aktif masyarakat," tuturnya.

Erick mengakui bahwa ia dan jajarannya belum sempurna selama ikut bertugas menangani Covid-19.

Oleh sebab itu, Erick sebagai pimpinan BUMN menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

"Kami Kementerian BUMN dengan segala kerendahan hati memohon maaf ketika penugasan-penugasan yang diberikan kepada kami tidak sempurna," kata Erick Thohir.

"Karena kesempurnaan milik Allah SWT," tambahnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan usaha semaksimal mungkin.

"Tapi percayalah dengan segala kekuatan yang kita punya baik secara koorporasi maupun pelayanan publik, kita berusaha sekeras-kerasnya," ungkap menteri berusia 51 tahun tersebut.

"Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi kita semua."

Setelah meminta maaf, Erick mencoba kembali membangun optimisme masyarakat bahwa Indonesia akan segera mentas dari pandemi Covid-19.

Berkaca pada negara-negara besar, Erick yakin bahwa Indonesia akan segera menyusul untuk bangkit.

"Insyaallah saya yakini tadi disampaikan Pak Menteri Agama, kita bangun dari tidur, kita selalu bangun dari jatuh," ujar Erick.

Mudah-mudahan ini menjadi bagian bagaimana kita perlihatkan kepada dunia, kalau Amerika bisa, China bisa, Jepang bisa, masak Indonesia tidak bisa," pungkasnya. (TribunWow.com/Rilo)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Perlukah Jokowi Meminta Maaf terkait Penanganan Covid-19? Yunarto Wijaya Soroti Kepercayaan Publik

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved