Breaking News:

Virus Corona

Mengenal Obat Ivermectin yang Sempat Erick Thohir Minta Cepat Edar ke Pasar tapi Kini Dilarang BPOM

Inilah asal-usul obat Ivermectin untuk pasien Covid, sempat diminta Erick Thohir untuk segera diedarkan ke pasar, kini dilarang BPOM.

Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube Tribunnews
Ivermectin. Inilah asal-usul obat Ivermectin untuk pasien Covid, sempat diminta Erick Thohir untuk segera diedarkan ke pasar, kini dilarang BPOM. 

TRIBUNPALU.COM - Penggunaan obat Ivermectin untuk mengatasi Covid-19 sempat menjadi polemik pada awal Juli 2021 lalu.

Kala itu, obat Ivermectin disebut efektif untuk mencegah masuknya virus Covid-19 dan telah dipakai oleh banyak negara.

Bahkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sempat menginstruksikan kepada perusahaan farmasi pelat merah, PT Indofarma (Persero) Tbk dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk, untuk segera mengedarkan Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19.

Kini, obat tersebut kembali dibicarakan publik setelah Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan dugaan keterkaitan anggota partai politik, pejabat publik, dan pebisnis dalam penggunaan obat Ivermectin untuk menanggulangi Covid-19.

Baca juga: BPOM Minta Semua Pihak Stop Promosikan Ivermectin sebagai Obat Covid-19, Ini Sebabnya

Baca juga: Daftar Harga Obat untuk Pasien Covid-19, Ivermectin Rp 7.500 hingga Infus Rp 6 Jutaan

Namun, setelah kembali ramai diperbincangkan publik, Badan POM dengan tegas melarang mempromosikan obat Ivermectin untuk mengatasi Covid-19.

Lantas, bagaimana asal usul obat Ivermectin?

Dikutip Tribunnews.com dari Grid.id, Invermectin bukanlah obat baru, obat tersebut ditemukan pada tahun 1975 dan mulai digunakan pada tahun 1981.

ILUSTRASI. Obat anti parasit Ivermectin produksi Indofarma (INAF).
ILUSTRASI. Obat anti parasit Ivermectin produksi Indofarma (INAF). (Kontan)

Obat Ivermectin masuk dalam daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obat-obatan teraman dan paling efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan.

Ivermectin sendiri adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis parasit, seperti kutu kepala, kudis, onchocerciasis, strongyloidiasis, trichuriasis, ascariasis, dan filariasis limfatik.

Kemudian, obat ini menjadi viral sejak studi kolaboratif yang dipimpin oleh Monash Biomedicine Discovery Institute (BDI) dengan Institut Infeksi dan Imunitas Peter Doherty (Doherty Institute) muncul ke publik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved