Breaking News:

Virus Corona

Pasien Covid-19 Bisa Kena Gangguan Ingatan atau Brain Fog Meski Sudah Sembuh, Begini Penjelasannya

Seseorang yang terinfeksi Covid-19 ternyata berpotensi memiliki gejala lanjutan dari gejala umum yang biasanya dialami.

Editor: Ananda Putri Octaviani
ub.edu
ILUSTRASI virus corona. Seseorang yang terinfeksi Covid-19 ternyata berpotensi memiliki gejala lanjutan dari gejala umum yang biasanya dialami. 

TRIBUNPALU.COM - Seseorang yang terinfeksi Covid-19 ternyata berpotensi memiliki gejala lanjutan dari gejala umum yang biasanya dialami.

Sebagaimana diketahui, gejala umum dari Covid-19 adalah demam tinggi, batuk, sesak napas, hingga anosmia.

Baik secara langsung atau tidak, Covid-19 akan berdampak pada psikis atau mental dari pasien.

Baca juga: Ini Beda Gejala Covid-19 Orang yang Sudah Vaksin Lengkap, Baru Dosis Pertama, dan Belum Sama Sekali

Baca juga: Pakai Masker Dua Lapis Bisa Cegah Infeksi COVID-19? Ternyata Begini Penjelasan Dokter

Studi berjudul “A clinical primer for the expected and potential post-COVID-19 syndromes” menunjukkan bahwa 7,5 hingga 31 persen orang mengalami perubahan kondisi mental sebagai gejala Covid-19.

Gejala ini secara umum disebut sebagai brain fog.

Merangkum dari Healthline, brain fog dapat berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan ketika penderita sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Secara umum, brain fog bukanlah penyakit, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan menjadi lambat secara mental, kabur, atau kosong.

Beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami brain fog adalah sebagai berikut.

masalah ingatan kurangnya kejernihan mental konsentrasi buruk sakit kepala kebingungan Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami brain fog biasanya merasa lesu.

Para peneliti masih menyelidiki potensi penyebab brain fog pada orang yang pernah menderita Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved