PON Papua

Atlet Berprestasi Palu Cedera saat Latihan di Bandung, Edo Harap Bisa Pulang untuk Pengobatan

Akibat cedera pada pahan bagian kanan dan lehernya, Edo dipastikan tidak boleh mengikuti latihan selama dua bulan hingga tiga bulan ke depan.

Editor: mahyuddin
handover
Edo Apriansyah, altet ketangkasan berkuda atau Equestrian, berharap dapat pulang ke kampung halamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM – Edo Apriansyah, altet ketangkasan berkuda atau Equestrian, berharap dapat pulang ke kampung halamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pemuda kelahiran Palu, 21 April 1999, itu ingin berobat tradisional di kampung halamannya guna menyiapkan diri menjadi perwakilan daerah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Edo Apriansyah yang akrab disapa Kuda Jantan dari Timur mengalami cedera saat latihan di sekolah khusus Equestrian, Bandung, Jawa Barat.

Akibat cedera pada pahan bagian kanan dan lehernya, Edo dipastikan tidak boleh mengikuti latihan selama dua bulan hingga tiga bulan ke depan.

“Saya mau pulang karena di Palu banyak keluarga bisa mengobati cedera seperti ini. Tapi saya terkendala aturan PPKM ketat di Bandung,” kata Edo menghubungi TribunPalu.com, Minggu (25/7/2021).

“Kalau untuk diarahkan gantung cambuk di usia muda saya tidak mau, beri saya waktu untuk balik ke tanah kelahiran saya untuk pemulihan total selama 1 atau 2 bulan ke depan,” ucap pemuda asal Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan tersebut.

Baca juga: 7 Fakta Menarik Olimpiade Tokyo 2020, Medali Daur Ulang Hingga Tim Pengungsi

Baca juga: Persiapan PON Papua, KONI Sulteng Bangun Paradigma Kepengurusan Baru

Edo Apriansyah, altet ketangkasan berkuda atau Equestrian, berharap dapat pulang ke kampung halamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Edo Apriansyah, altet ketangkasan berkuda atau Equestrian, berharap dapat pulang ke kampung halamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah. (handover)

Edo menjelaskan, cedera yang dialaminya itu saat menguji coba kuda baru dalam latihannya.

Saat latihan lompat, kuda yang ditungganginya terjatuh pada rintangan ketiga.

“Kaki depan kuda terlipat lalu saya dan kuda itu berguling. Saya sempat tak sadarkan diri beberapa menit,” ujar Edo.

Dia sangat menyesal atas kejadian itu karena khawatir kondisinya itu tidak memungkinkannya mewakili Sulteng di ajang PON Papua yang dijadwalkan Oktober 2021.

Edo Apriansyah diketahui sudah enam kali mewakili Kota Palu maupun Sulawesi Tengah di ajang olahraga ketangkasan berkuda, baik tingkat nasional, maupun internasional.

Edo melanjutkan pendidikannya di Jawa Barat sejak 2016 atas rekomendasi pemerintah untuk pengembangan bakat dalam cabor Equestrian.

“Selama di Bandung, saya juga sudah menarik dua orang dari Palu untuk menempuh pendidikan di sini agar lebih banyak generasi dari Sulteng yang bisa membanggakan daerah,” jelas Edo.

Dia berharap, agar pemerintah kota maupun provinsi di Sulawesi Tengah memperhatikan atlet daerah yang tengah menempuh pendidikan olahraga di luar pulau Sulawesi.

“Kami menempuh ini bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk daerah,” ucap Edo.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved