Kamis, 7 Mei 2026

Info BMKG

Peringatan Dini BMKG Senin 26 Juli 2021: Sulteng Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Angin Kencang

Berikut peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (26/7/2021).

Tayang:
BMKG
Ilustrasi peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia. 

TRIBUNPALU.COM - Berikut ini peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (26/7/2021).

BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk sejumlah perairan di Indonesia.

Dikutip dari BMKG, berikut ini rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota Indonesia, Senin 26 Juli 2021: Didominasi Cerah Berawan

Sirkulasi siklonik terpantau di perairan Barat Sumatera Barat dan di Selat Makassar bagian Selatan yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan Barat Sumatera Barat-Bengkulu dan daerah konvergensi dari Selat Makassar hingga Kalimantan Selatan.

Daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Pesisir Barat Sumatera Utara hingga Aceh, di Selat Malaka, di Semenanjung Malaysia, di Sumatera Barat, di Jawa Tengah, di perairan Selatan Bali, di Kalimantan Tengah bagian Utara, di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, di Laut Sulawesi, di Laut Banda, di Laut Arafuru, dan di Papua Barat.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:

- Sulawesi Tengah

Wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang:

- Aceh

Wilayah yang berpotensi angin kencang:

- Sulawesi Barat

- Sulawesi Selatan

- Maluku

Potensi Tinggi Gelombang

Area Perairan dengan Gelombang Sedang (1.25 - 2.50 m)

Perairan Timur P. Simeulue hingga Kep. Mentawai

Laut Sawu

Perairan P. Sawu hingga Kupang - P. Rotte

Perairan Kep. Anambas hingga Kep. Natuna

Laut Natuna Utara dan Laut Natuna

Perairan Kep. Bintan hingga Kep. Lingga

Selat Karimata

Perairan Bangka Belitung

Selat Gelasa

Perairan Barat - Selatan - Timur Kalimantan

Laut Jawa

Perairan Utara Jawa Timur

Selat Makassar

Laut Bali - Laut Sumbawa - Laut Flores

Perairan Kep. Sabalana hingga Kep. Selayar

Perairan Baubau hingga Wakatobi

Perairan Manui - Kendari

Perairan Selatan P. Sumba

Selat Sumba bagian Barat

Selat Sape bagian Selatan

Samudra Hindia Selatan NTT

Laut Sulawesi bagian Barat

Perairan Kep. Sangihe hingga Kep Talaud

Perairan Kep. Sitaro

Perairan Bitung - Likupang

Perairan Selatan Sulawesi Utara

Perairan Kep. Banggai hingga Kep. Sula

Laut Maluku

Perairan Utara Halmahera

Laut Halmahera

Perairan Jayapura - Sarmi

Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Biak

Perairan P. Buru

Laut Banda dan Laut Seram

Perairan Sorong - Kaimana

Perairan Kep. Tanimbar - Kep. Kei - Kep. Aru

Laut Arafuru

Area Perairan dengan Gelombang Tinggi (2.50 - 4.0 m)

Selat Malaka bagian Utara

Perairan Utara Sabang

Perairan Barat Aceh

Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai

Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung

Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah hingga NTB

Samudra Pasifik Utara Jayapura

Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kep. Mentawai

Selat Sunda bagian Barat dan Selatan

Perairan Selatan Banten hingga Sumbawa

Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan

Area Perairan dengan Gelombang Tinggi (4.0 - 6.0 m)

Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung

Samudra Hindiia Selatan Banteng hingga Jawa Barat

(TribunPalu.com)

 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved