Palu Hari Ini

Akademisi UIN Datokarama: Mengaitkan Agama dengan Covid-19 Hanya Memperburuk Keadaan

Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Datokarama menggelar webinar bertajuk "Agama dan Politik di Tengah Diskursus Covid-19".

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Dekan FUAD UIN Datokarama Lukman S Thahir 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Datokarama menggelar webinar bertajuk "Agama dan Politik di Tengah Diskursus Covid-19", Senin (26/7/2021). 

Dekan FUAD UIN Datokarama Lukman S Thahir mengatakan, usulan tema itu dilatarbelakangi karena banyaknya pihak mengaitkan agama dengan Covid-19. 

Menurutnya, banyak tokoh agama menggunakan dalil dalam argumennya terkait Covid-19 sehingga cenderung melakukan politisasi. 

"Mempertentangkan agama dengan politik dalam penanganan pandemi hanya memperburuk keadaan. Di tengah kondisi kedaruratan saat ini, bukan saatnya membenturkan kedua hal itu," ujar Lukman. 

Baca juga: FKUB Palu Sebut Masih Ada Tokoh Agama Tak Percaya Covid-19

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2021 Ditutup Hari Ini, Login sscasn.bkn.go.id, Ini Daftar 10 Instansi Sepi Peminat

Dalam sejarah kebangsaan, kata Lukman, agama memang tidak bisa dipisahkan dari praktek politik di Indonesia. 

Namun dalam konteks penanganan covid-19, narasi-narasi agama yang disampaikan harus saling menguatkan agar terbentuk ketahanan diri maupun kelompok di masyarakat. 

"Realitasnya sekarang sudah jutaan orang meninggal karena Covid-19. Namun masih banyak tokoh agama memberikan pemahaman menyesatkan terkait masalah pandemi," ucap Lukman. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved