Fenomena Langit Indonesia, rabu 28 Juli: Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid
Intensitas hujan meteor Delta Aquarid ini lebih banyak dibandingkan dengan Capricornid, karena intensitas maksimum meteor jatuh bisa mencapai 14-15
TRIBUNPALU.COM - Sembari beraktivitas di rumah, jangan lewatkan kesempatan Anda untuk bisa mengamati fenomena meteor jatuh di langit, karena akan ada dua puncak hujan meteor yang hadir malam ini.
Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kedua puncak hujan meteor tersebut adalah puncak hujan meteor Delta Aquarid dan Capricornid.
Berikut jadwal dan cara melihat puncak hujan meteor Capricornid dan Delta Aquarid.
1. Puncak hujan meteor Capricornid
Puncak hujan meteor pertama yang akan hadir di pekan terakhir bulan Juli ini adalah Capricornid.
Hujan meteor Capricornid terbentuk dari sisa debu komet 169P/NEAT.
Akan tetapi, kelajuan komet Capricornid ini lebih lambat dari Delta Aquarid, yakni sebesar 86.400 kilometer per jam. Intensitas maksimum hujan meteor ini juga lebih kecil, hanya 5 meteor per jam.
Hujan meteoer Capricornid diketahui sudah aktif sejak 3 Juli 2021 lalu, dan akan berakhir pada 15 Agustus mendatang.
Namun, puncak hujan meteor itu akan terjadi pada 28-29 Juli 2021.
Andi menjelaskan, fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang, dengan kondisi cuaca yang cerah tanpa halangan apapun disekitar medan pandang.
"Butuh kesabaran untuk menantikan hujan meteor ini mengingat intensitas (jatuhnya meteor) yang relatif sedikit (5 meteor per jam)," ujarnya.
2. Puncak hujan meteor Delta Aquarid
Bersamaan dengan terjadinya puncak fenomena hujan meteor Capricornid, puncak hujan meteor Delta Aquarid juga akan terjadi.
Hujan meteor ini diduga terbentuk dari sisi debu komet 96P/Marchhoiz.
Menurut Andi, komet ini dinamai Dalta Aquarid berdasarkan titik radian atau titik awal kemunculan hujan meteor yang terletak di bintang Delta Aquarii (Skat) konstelasi Aquarius.