Breaking News:

PPKM di Palu

Imbas PPKM di Palu, 50 Persen Pedagang di Hutan Kota Memilih Tak Berjualan

50 persen pedagang di kawasan wisata Hutan Kota Jl Jabal Nur, Kecamatan

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Ketua HK2T M Fuad Pettalolo 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - 50 persen pedagang di kawasan wisata Hutan Kota Jl Jabal Nur, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, memilih tak berjualan. 

Hal ini diungkapkan Ketua Forum Hutan Kota Kaombona Talise (HK2T) M Fuad Pettalolo, Selasa (28/7/2021). 

Fuad mengatakan, sebagian pedagang di Hutan Kota tak berjualan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. 

Menurutnya, keputusan pemerintah untuk membatasi jam operasional menjadi pukulan bagi pelaku usaha. 

"Ada sekitar 200 pedagang di Hutan Kota. 50 persen dari mereka tidak berjualan karena imbas kebijakan PPKM," ujar Fuad. 

Selama PPKM Mikro, Pemerintah Kota Palu hanya mengizinkan kegiatan usaha beroperasi hingga pukul 21.00 Wita dengan 50 persen pengunjung dari kapasitas. 

Sementara menurut Fuad, umumnya pedagang di Hutan Kota baru mulai membuka lapak saat sore hari. 

Artinya, para pedagang memiliki waktu lebih singkat untuk berjualan selama masa PPKM Mikro. 

"Pedagang mulai berjualan sekitar jam 5 sore. Di sisi lain, kebanyakan pengunjung di Hutan Kota datang saat malam, di atas aturan batas jam operasional dari pemerintah. Jadi sebagian pedagang merasa percuma saja jika tetap berjualan," ucap Fuad. 

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid sebelumnya resmi memperpanjang PPKM menjadi level 4.

Awalnya PPKM ini hanya berlaku hingga 20 Juli 2021, namun kini diperpanjang sampai 8 Agustus 2021.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved