Breaking News:

Virus Corona

Vaksin Tak Penuhi Jumlah Kebutuhan Penduduk Indonesia, PKS: Akselerasikan Produksi Vaksin Nasional

Farouk Abdullah Alwyni menilai bahwa saat ini sudah saatnya bagi Indonesia untuk melakukan akselerasi riset dan produksi vaksin nasional.

Penulis: Muh Ruliansyah | Editor: Putri Safitri
tribunpalu.com/fandi
Mahasiswi menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Sabtu (24/7/2021) 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Departemen Ekuin, DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Farouk Abdullah Alwyni menilai bahwa saat ini sudah saatnya bagi Indonesia untuk melakukan akselerasi riset dan produksi vaksin nasional.

Produksi vaksin nasional kata dia merupakan sinergi yang tepat dari program kesehatan dan program pemulihan ekonomi nasional. 

Terlebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai impor vaksin, termasuk vaksin COVID-19 selama kuartal pertama 2021 adalah senilai 443,4 juta dolar AS atau sekitar Rp6,4 triliun.

Terjadi peningkatan impor vaksin sekitar 1.315 persen dibandingkan impor yang sama selama kuartal pertama 2020.

"Kebutuhan akan vaksin tentunya akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu," katanya Kamis, (29/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa sejak Januari-Juni 2021 Indonesia memiliki 70 juta dosis vaksin dan akan ada kebutuhan tambahan paling tidak 290 juta dosis vaksin selama Juli-Desember 2021.

Kebutuhan vaksin tersebut untuk program vaksinasi nasional demi terciptanya kekebalan kelompok.

Farouk menilai kebutuhan impor vaksin tersebut belum mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan impor lainnya, seperti alat tes dan masker.

Belum lagi kemungkinan COVID-19 menjadi endemik seperti yang diantisipasi Singapura, yang eksesnya membuat kebutuhan dana untuk vaksinasi akan selalu muncul.

“Melihat dana dan potensi dana yang akan dikeluarkan sedemikian besar, maka sudah waktunya jika program kesehatan juga disinergikan dengan program pemulihan ekonomi nasional, yakni kebutuhan untuk mengakselerasi produksi vaksin nasional,” ujarnya 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved