Breaking News:

Anies dan Risma Saling Serang di Media, DPR: Koordinasi, Tak Perlu Ditambahi Drama-drama

Beberapa waktu belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Sosial Tri Rismaharini saling sindir di media terkait data penerima Bansos.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Anies Baswedan dan Tri Rismaharini 

TRIBUNPALU.COM - Beberapa waktu belakangan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Sosial Tri Rismaharini saling serang di media terkait data penerima dana bantuan sosial (bansos).

Saling sindir dimulai ketika Anies mengirim surat kepada Rismi meminta klarifikasi data ganda penerima bansos COVID-19.

Menanggapi permintaan ini, Risma menjawab bahwa Pemprov DKI lah yang lambat dalam perbaikan data penerimaan bantuan bansos.

Risma pun menjawab bahwa Pemprov DKI lambat dalam memperbaiki data penerima bansos tersebut.

Hal itu disampaikan Risma dalam jumpa pers di kantor Kemensos, Selasa (3/8).

Berkaitan dengan fenomena ini, Legislator DPR RI asal DKI Jakarta Ahmad Sahroni menyampaikan pandangannya.

Baca juga: Pasangan Anies-AHY Unggul di Survei Pilpres 2024, Taklukan Prabowo-Puan dan Ganjar-Ridwan

Baca juga: Persib Dilanda Kabar Buruk Jelang Bergulirnya Liga 1, Duet Striker Pangeran Biru Terancam Bubar

Menurut Sahroni, hal-hal seperti ini sebaiknya dikordinasikan dengan ringkas dan tenang, bukan dengan berbicara ataupun menyindir melalui media.

"Ya mungkin pemprov DKI juga memang ada kekeliruan dalam validasi data, tapi kalau pun ada, ya koordinasi secepatnya. Jangan sindir menyindir di media. Kondisi pandemi yang menyulitkan ini tak perlu ditambahi drama-drama seperti ini, apalagi kalau tujuannya untuk menaikkan pamor atau menyerang pejabat lain, ya kurang tepat," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Lebih lanjut, Sahroni menyebut bahwa jika ada perbedaan pandangan sesama eksekutif, maka baiknya persoalan tersebut bisa selesai melalui komunikasi yang baik. Dengan begitu, rakyat jadi tidak bingung.

"Posisi mereka sama-sama eksekutif kok. Jadi kurang tepat bila berbicaranya atau menanggapi surat melalui media. Kalau legislatif kritik eksekutif di media ya baru itu wajar, memang sudah seharusnya. Ini kalau sama-sama eksekutif kemudian saling serang, kan rakyat malah jadi bingung," pungkas Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved