Polemik Ganti Cat Pesawat Presiden, Politikus PDIP: Permasalahkan Zaman SBY, Kok Pesannya Warna Biru

Pergantian cat pesawat kepresidenan menjadi warna merah putih kini tengah menjadi polemik.

Editor: Muh Ruliansyah
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Arteria Dahlan. 

TRIBUNPALU.COM - Pergantian cat pesawat kepresidenan menjadi warna merah putih kini tengah menjadi polemik.

Banyak kalangan menilai pergantian cat pesawat presiden seharusnya tidak dilakukan di masa pandemi COVID-19.

Pasalnya, pergantian cat pesawat kepresidenan disebut-sebut menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 2 Miliar.

Kritik pun mengalir karena pemerintah dinilai tak bisa membagi prioritas, khsusunya ketika negara sedang menghadapi pandemi.

Namun politikus Partai PDIP, Arteria Dahlan meminta masyarakat untuk melihat dari sisi berbeda.

Menurutnya, jangan sampai publik terbawa permainan politik pihak-pihak yang merasakan 'post colour syndrome', pelesetan dari postpower syndrome, atau sindrom pasca-kekuasan karena tak bisa melepaskan diri dari kekuasaan yang sudah hilang.

Baca juga: Manfaat Daun dan Bunga Belimbing Wuluh untuk Kesehatan: Bisa Atasi Sakit Tenggorokan Akut

Baca juga: 13 Pucuk Senpi Personel Polres Sigi Ditarik Propam

Menurutnya, tak ada yang salah dengan pengecatan pesawat kepresidenan menjadi warna merah putih.

"Justru kalau mau kita jujur dan hadirkan perdebatan, yang harusnya dipermasalahkan itu dulu zamannya Pak SBY."

"Kok pesannya warnanya biru, padahal memungkinkan untuk memesan warna merah putih."

"Tapi kami beradab dan berpikiran positif saja," kata Arteria kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Sebab, warna bendera NkRI adalah merah putih, bukan warna biru.

"Justru kita bertanya, kok dulu tak sejak awal pesawat itu diwarnai merah putih?"

"Lalu apa yang salah dengan warna pesawat kepresidenan jika diubah menjadi merah putih sesuai warna bendera negara kita?" tuturnya.

Arteria lalu menegaskan sebagaimana Mensesneg Pratikno yang mengatakan hal ini sudah direncanakan sejal 2019, dan merupakan satu paket pengerjaan pengecatan dengan Helikopter Kepresidenan Super Puma yang lebih dahulu dikerjakan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved