Breaking News:

Demokrat Gencar Kritik Pemerintah,Pengamat:Oposisi Banci ke Oposisi Murni, Singgung Soal Dampak 2024

Penilaian tersebut didasarkan pada tingginya intensitas atau frekuensi kritik Partai Demokrat kepada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Imam Saputro
Tribunnews/Jeprima
Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan pidato politiknya di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019). Pada pidato kali ini AHY mengangkat tema Rekomendasi Partai Demokrat kepada Presiden Indonesia Mendatang, Menurut AHY ada tiga (3) syarat Presiden Indonesia 2019-2024 untuk bisa menjawab tantangan Indonesia ke depan diantaranya yaitu Tantangan 2019-2024 dalam perspektif nasional dan internasional, Persoalan dan solusi Partai Demokrat dalam menghadapi tantangan tersebut, Ajakan Partai Demokrat menghadapai situasi sosial politik Indonesia. 

TRIBUNPALU.COM - Partai Demokrat beberapa waktu belakangan gencar mengeluarkan kritikan ke pemerintah

Pengamat politik menilai Demokrat kini sudah berubah dari partai penyeimbang ke partai oposisi. 

Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bahwa Partai Demokrat kini telah merubah posisi politiknya dari Partai Penyeimbang menjadi partai Oposisi.

Penilaian tersebut didasarkan pada tingginya intensitas atau frekuensi kritik Partai Demokrat kepada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Dalam satu-dua bulan terkahir misalnya Demokrat mengkritik penanganan Pandemi, Cat Pesawat Kepresidenan, hingga terkahir politikus Demokrat Rachlan Nashidik yang mengunggah karikatur Jokowi yang ditempeli sejumlah tulisan di akun twitter-nya yang dinilai sejumlah pihak sebagai penghinaan.

"Produksi kritiknya terus-terusan, frekuensinya semakin sering, kebijakan Pandemi, cat pesawat hingga membandingkan Jokowi dan SBY. Apapun di kritik, ini menunjukkan kalau Demokrat sedang merubah posisinya dari partai penyeimbang atau yang banyak disebut oposisi banci menjadi oposisi murni," kata Karyono kepada Tribunnews.com, Senin (9/8/2021).

Hal itu kata dia, berbeda dengan posisi pada periode 2014-2019, Demokrat memilih menjadi penyeimbang dengan menyisipkan sejumlah apresiasi pada pemerintahan, atau mengkritik pemerintah disertai dengan solusinya.

Perubahan posisi Demokrat tersebut kata dia bukan tanpa alasan. Demokrat kata Karyono memilih posisi diametral atau berhadap dengan pemerintah Jokowi untuk tujuan Pemilu 2024.

Partai Demokrat berharap pada ceruk pemilih yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Tentu harapannya dengan mendowngrade kinerja pemerintah atau performance pemerintah efeknya meningkatkan ketidakpercayaan atau ketidakpuasan terhadap Jokowi, sehingga ada peluang untuk menggaet pemilih," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved