PPKM Kota Palu

Penumpang Kapal Berkurang Sejak PPKM, Buruh Angkut di Pelabuhan Pantoloan Palu Sepi Job

Sejak PPKM Mikro tanggal 6 Juli dan diperpanjang menjadi PPKM Level 4 hingga 23 Agustus, beberapa buruh angkut barang kehilangan penghasilan.

Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Sejumlah buruh angkut di Pelabuhan Pantoloan Palu sepi job akibat berkurangnya penumpang kapal Pelni di masa PPKM, Selasa (10/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sebagian besar buruh angkut barang di Pelabuhan Pantoloan Palu, Sulawesi Tengah,  sepi job alias menganggur selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sejak PPKM Mikro tanggal 6 Juli dan diperpanjang menjadi PPKM Level 4 hingga 23 Agustus, beberapa buruh angkut barang kehilangan penghasilan.

Pantauan TribunPalu.com, saat KM Labobar sandar di Pelabuhan Pantoloan Senin (9/8), tak semua buruh angkut mendapatkan pekerjaan.

Sebelum kapal sandar di pelabuhan, semua gerobak milik buruh berseragam merah itu sudah berjejer di dermaga menunggu diturunkannya barang milik penumpang yang ingin menggunakan jasa mereka.

Baca juga: Penumpang Pelni Menurun 50 Persen Sejak PPKM Palu

Kepala Cabang PT Pelni Palu Donggala Dicky Dermawandi menyebutkan, selama selama Pandemi Covid-19, termasuk PPKM diberlakukan, jumlah penumpang kapal laut menurun hingga 50 persen.

Menurutnya, penurunan penumpang menggunakan moda transportasi laut itu mengakibatkan sejumlah buruh angkut di pelabuhan tidak mendapatkan penghasilan tetap.

"Untuk pelni terjadi penurunan lebih kurang 50 persen, yang biasa penumpang naik turun masa pandemi sebelum PPKM lebih kurang 200 -300 orang untuk sekarang sekitar 100 - 200 saja," jelas Dicky Dermawandi, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Pemprov Sulteng Terima Bantuan Dana Rp 500 Juta untuk Penanganan Covid-19

Penurunan jumlah penumpang itu juga berdampak pada penghasilan buruh angkut di pelabuhan.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Teluk Palu Muhlis Usman menjelaskan, pihak pelabuhan dan Pelni sudah memberikan bantuan kepada para buruh.

Namun, menurutnya, bantuan itu belum cukup sehingga perlu adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kepada para buruh angkut di Pelabuhan Pantoloan Palu.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved