Breaking News:

Trending Topic

Terlibat Kasus Bansos, Juliari Batubara Minta Bebas: Sudah Kiamat Keluarga Hancur, Tak Ada Harapan

Terlibat perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Kemensos, membawa dampak besar pada keluarga Juliari Peter Batubara

Editor: Putri Safitri
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Menteri Sosial Juliari Batubara, sebelum pelantikan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Terlibat perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (Bansos) COVID-19 di Kemensos, Eks Menteri Sosial RI Juliari Peter Batubara mengatakan kasus tersebut membawa dampak besar pada keluarganya.

Bahkan tak jarang keluarganya kata Juliari Batubara kerap dipermalukan hingga mendapatkan hujatan.

Pernyataan itu diutarakan Juliari dalam sidang lanjutan beragendakan pembacaan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (9/8/2021).

"Selama delapan bulan terakhir ini hati dan perasaan kalian (keluarga) pasti sudah hancur lebur, bahkan sudah seperti kiamat rasanya dan tidak ada harapan lagi," kata Juliari Batubara dalam sidang yang dihadirkan secara virtual.

Atas dasar itu, Juliari menyampaikan permohonan maaf dan pesan terima kasih kepada orang tua, istri, hingga kedua anaknya karena tetap sabar serta tak henti memberikan semangat.

"Namun kalian tetap dengan sabar, tulus dan penuh kasih sayang, terus memberikan semangat kepada Saya. Hanya ada satu kata Terima kasih buat kalian semua. Semoga Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Pengasih selalu memberikan penghiburan dan kekuatan bagi kalian," ucapnya menambahkan.

Oleh karena itu, eks Bendahara Umum PDI-P itu berharap pada agenda pembacaan vonis nantinya, Majelis Hakim PN Tipikor dapat menjatuhkan hukuman bebas kepadanya.

Pernyataan tersebut didasari karena kata dia, hanya Majelis Hakim PN Tipikor yang dapat mengakhiri penderitaannya usai terjerat perkara rasuah tersebut.

"Dalam benak saya, hanya majelis hakim yang dapat mengakhiri penderitaan tiada akhir bagi keluarga saya yang sudah menderita bukan hanya dipermalukan tapi juga dihujat untuk sesuatu yang mereka yang tidak mengerti," ucap Juliari.

Dirinya juga turut menyampaikan penyesalannya karena turut terjerat dalam perkara ini, dia mengaku lalai dalam mengawasi kerja jajarannya pada proyek pengadaan bansos di Kementerian Sosial saat itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved