Breaking News:

Sulteng Hari Ini

VIDEO: Jaga Toleransi Beragama di Tengah Pandemi Covid-19, Kemenang Sulteng Gasim Yamani

Pelaksana Tugas (Plt) Kementrian Agama Sulawesi Tengah Dr. H. Gasim Yamani M.Ag mengatakan bahwa menjaga toleransi itu saling memahami

Penulis: Putri Safitri | Editor: Putri Safitri

TRIBUNPALU.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Kementrian Agama Sulawesi Tengah Dr. H. Gasim Yamani M.Ag mengatakan bahwa menjaga toleransi itu saling memahami tanpa melibatkan diri atau mengintervensi agama lain.

Hal ini disampaikan Plt Kemenag Sulteng di program acara TribunPalu.com yaitu Tribun Motesa-tesa.

"Toleransi itu saling memahami dan saling memberi ruang. Dalam praktek agama, biarkan umat beribadah tanpa ada agama lain yang ikut mencampuri, melibatkan diri ataupun mengintervensi mereka," ucap Gasim Yamani.

Sehingga untuk saling toleransi, agama lain harus saling memberi kesempatan, saling menghormati, dst.

Plt Kemenag Sulteng di program acara TribunPalu.com yaitu Tribun Motesa-tesa.
Plt Kemenag Sulteng di program acara TribunPalu.com yaitu Tribun Motesa-tesa. (TRIBUNPALU.COM)

Selain itu Kemenang Sulteng juga menyampaikan ada beberapa poin untuk tetap saling menjaga hubungan baik di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

"Yang pertama kita harus lebih siap dan berusaha menghadapi pandemi ini. Seperti yang diketahui saat ini banyak Hoax atau berita bohong yang bersifat provokator. Banyak orang yang berbicara bukan kemampuannya namun memberi informasi seakan-akan dia ahli di bidang itu. Hal inilah yang dapat menjadi perusak," ucapnya.

"Selain itu kita perlu memiliki sikap netral dan tidak tergesa-gesa. Disiniliah sikap toleransi sangat dibutuhkan. Jangan menunggu seseorang untuk memahamimu tapi pahamilah orang lain terlebih dahulu," lanjutnya.

Tak hanya itu, keseimbangan juga merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan untuk saling menjangan hubungan baik beragama.

"Jagalah keseimbangan, jangan berlebihan. Bisa dibayangkan langit yang tinggi tanpa tiang jika Allah tidak ciptakan keseimbangan bisa runtuh," ucap 

"Terakhir itu bermusyawarah, bisa dibayangkan bila dunia hanya dihuni oleh orang kaya saja atau orang miskin saja, maka tidak akan ada harmonisasi, tata kehidupan ini sudah diatur begitu rapinya oleh Allah SWT maka harus dijaga," tutupnya(*)

(TRIBUNPALU.COM/ PUTRI SAFITRI)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved