Palu Hari Ini

Balai Nipotowe Gencarkan Program PPKS Bantu Penyandang Disabilitas di Palu

Balai Nipotowe Palu gencarkan program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), dengan melaksanakan fungsi sosialnya.

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Pengurus Balai Nipotowe saat membantu anak-anak disabilitas dalam Karya Art Therapy, Kamis (12/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Balai Nipotowe Palu gencarkan program Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), dengan melaksanakan fungsi sosialnya.

Salah satunya selalu menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas atau residensial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Kepala Balai Nipotowe Palu Saiful Samad mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19, bukan hal mudah bagi penyandang disabilitas untuk berjuang menyesuaikan diri dan memenuhi tuntutan kebutuhan hidup.

"Keberfungsian sosial PPKS, Balai Nipotowe menggunakan Art Therapy dalam memberikan pelayanan ATENSI terhadap penerima manfaat berbasis residensial,"ungkapnya.

Menurutnya, metode Art Therapy dapat menekan setres memberi ketenangan dan juga bernilai seni yang dapat dipasarkan melalui berbagai media seperti tottebag, tumbler, baju kaos dan sebagainya.

Baca juga: Gedung Latihan Kerja Disnakertrans Sigi Diresmikan, Bupati Minta Pengentasan Kemiskinan 

Baca juga: Cara Mudah Memelihara Ikan Koi bagi Pemula untuk Mengisi Waktu Luang saat PPKM

Melalui Art Therapy PPKS dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhannya.

Karena semua hasil keuntungan penjualan diserahkan kepada mereka, termasuk penyandang disabilitas yang menjadi binaan di Balai Nipotowe.

"Kita sifatnya hanya memfasilitasi agar karya mereka dapat dikenal dan mendapat pengakuan dari masyarakat,” tambahnya.

Misalnya, setiap sosial media Balai Nipotowe dan Kementerian Sosial, karya PPKS selalu dipromosikan termasuk kepada stakeholder setempat.

“Bulan ini saja kita dapat pesanan dari Bank Mandiri sebanyak 100 picis totebag yang merupakan hasil karya Art Therapy dari penyandang disabilitas binaan Balai Nipotowe,” katanya.

Syaiful berharap keluarga penyandang disabilitas dapat terus membina anaknya melalui Art Therapy meski hanya dirumah saja.

Kemudian ia menuturkan, walaupun hanya dirumah saja karena terkait pandemi Covid-19, tetapi kalau keluarga mendorong disabilitas berkreasi sehingga mereka dapat berdaya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved