Penampakan dan Isi Teks Proklamasi Autentik, Ternyata Telah Dilakukan Perubahan 5 Kata
Membaca proklamasi merupakan salah satu hal wajib yang dilakukan ketika memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.
TRIBUNPALU.COM - Membaca Teks proklamasi merupakan salah satu hal wajib yang dilakukan ketika memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.
Tetapi tahukah kalian, naskah Teks proklamasi yang banyak beredar saat ini disebut Teks proklamasi autentik.
Teks proklamasi autentik merupakan naskah proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik.
Naskah Teks proklamasi yang diketik Sayuti Melik juga tertera tanda tangan asli Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Dilansir dari TribunJateng.com, naskah Proklamasi yang telah mengalami perubahan, yang dikenal dengan sebutan naskah "Proklamasi Autentik", adalah hasil ketikan oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan Proklamasi), yang isinya adalah sebagai berikut:
P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.
Di dalam teks naskah Proklamasi Autentik sudah mengalami beberapa perubahan yaitu sebagai berikut :
- Kata "Proklamasi" diubah menjadi "P R O K L A M A S I",
- Kata "Hal2" diubah menjadi "Hal-hal",
- Kata "tempoh" diubah menjadi "tempo",
- Kata "Djakarta, 17 - 8 - '05" diubah menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05",
- Kata "Wakil2 bangsa Indonesia" diubah menjadi "Atas nama bangsa Indonesia",
Sementara itu, naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.
Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani, sedangkan pada naskah Proklamasi Autentik sudah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.
Penulisan tahun pada kedua teks naskah proklamasi tersebut (baik pada teks naskah Proklamasi Klad maupun pada teks naskah Proklamasi Otentik) tertulis angka "tahun 05" yang merupakan kependekan dari angka "tahun 2605".
Hal tersebut dikarenakan tahun penanggalan yang digunakan pada zaman pemerintah pendudukan militer Jepang saat itu adalah sesuai dengan tahun penanggalan yang berlaku di Jepang, yakni "tahun 2605".
Soegiarin, Penyebar Kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Ke Dunia
Kemerdekaan merupakan bentuk deklarasi suatu negara bebas dari penjajah.
Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan berlangsung di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 pada pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945.
Namun rupanya pernyataan kemerdekaan itu belum didengar oleh luar negeri.
Lalu siapa yang menyiarkan kemerdekaan Republik Indonesia hingga luar negeri?
Dialah R Soegiarin, satu diantara pejuang kemerdekaan asal Semarang yang menyiarkan kemerdekaan hingga ke luar negeri.
Banyak yang tidak tahu siapa itu sosok pria kelahiran 13/7/1918 dan wafat pada 02/11/1987.
Soegiarin merupakan wartawan di surat kabar Domei (saat ini kantor berita Antara). Dirinya mengirimkan kabar kemerdekaan Indonesia menggunakan sandi morse di kantor beritanya yang saat itu masih dijaga ketat oleh Jepang.
Sosok Soegiarin masih diingat betul oleh adiknya Soegiarno (92). Meski usianya tidak muda lagi, dia masih ingat betul bagaimana perjuangan sang kakak menyiarkan kabar kemerdekaan Indonesia ke luar negeri.
Soegiarno menceritakan Sugiarin merupakan kakak pertamanya. Sugiarin sekolah di sekolah pelayaran jaman Belanda.
Awal kariernya, kakaknya bekerja di di surat kabar milik Belanda terbesar di Surabaya.
"Hingga Jepang masuk beliau (Soegirin) bekerja di Domei yang sekarang kantor berita Antara. Saat itu dipimpin oleh Adam Malik," ujar dia saat melakukan bersih makam Soegirin di Tempat Pemakaman Umum Bergota bersama Koramil Semarang Selatan, Senin (9/11/2020).
Saat itu, kata dia, di masa-masa genting sebelum kemerdekaan, Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia. Namun hal tersebut belum direalisasikan.
"Pada saat itu ada telepon berdering di rumah. Sugiarin berani menyiarkan berita penting untuk Indonesia. Tidak boleh pergi-pergi hingga akhirnya menerima Teks proklamasi kemerdekaan untuk disiarkan ke seluruh dunia," jelasnya.
Menurutnya, untuk menyiarkan berita tersebut di kantor Domei tidaklah mudah. Saat itu kantor berita Domei dijaga ketat tentara dan polisi Jepang.
"Dengan kepiawaiannya Sugiarin dapat masuk ke kantor Domei dan memanaskan mesin diesel morse. Nah saat itulah Amerika, San Fransisco, Londo, Belanda tahu bahwa Indonesia Merdeka," terangnya.
Dikatakannya, saat itu Soekarno mengetahui berita kemerdekaan tersebar ke luar negeri dari Domei. Tidak berhenti disitu perjuangan masih terus berlangsung, Sugiarin bersama Dokter Karwo membuat pemancar di Universitas Indonesia.
"Disitulah menyiarkan This is Voice Radio Indonesia," ujar dia.
Menurutnya, masuk di masa pensiun, Sugiarin mengurus pensiunannya namun tidak mendapatkan apa-apa. Sugiarin hidup tanpa pegangan apapun.
"Sugiarin ditolong oleh Adam Malik yang saat itu sebagai menteri perdagangan membuat pabrik kertas. Sugiarin memesan alat-alat di Jerman. Karena suatu politik saat itu usaha Sugiarin gagal," paparnya.
Ia terharu selama ini identitas kakaknya yang disembunyikan telah dibuka kembali. Dirinya berterima kasih karena masih ada yang mau mengingat perjuangan sang kakak selama merebut kemerdekaan.
"Saya berpesan kepada generasi muda agar menjaga kemerdekaan. Merebut kemerdekaan tidaklah mudah. Jadi mari kita jaga bersama-sama," tukasnya.
Sementara itu, Komandan Koramil 13 Semarang Selatan, Mayor Rahmatullah mengatakan bersih-bersih makam Sugiarin merupakan kali ketiga dilaksanakan.
Menurutnya, Sugiarin merupakan pejuang yang diperintah Adam Malik untuk mengirimkan morse proklamasi.
"Saat itu mengirim morse dalam ancaman Belanda. Jadi harus dikirim Teks proklamasi itu," jelasnya.
Oleh sebab itu, ia dari jajaran Koramil 13 Semarang bersama masyarakat tergerak hatinya untuk menghargai jasa para pahlawan.
"Jadi bangsa yang besar adalah yang menghargai para Pahlawannya dengan cara menghargai dan meneruskan perjuangan dari beliau," tukasnya.
Detik-Detik Proklamasi
Dilansir dari Tribun-Bali.com, para pemimpin bangsa dan tokoh pemuda sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Proklamasi kemerdekaan dilakukan di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Timur pada pukul 10.00 WIB.
Lantas, Mohammad Hatta meminta kepada pemuda yang bekerja di kantor berita dan pers untuk menyebarkan dan memperbanyak naskah proklamasi ke seluruh dunia.
Pada momen tersebut, bendera Indonesia juga sudah disiapkan.
Bendera itu dijahit oleh Fatmawati Soekarno
Hingga akhirnya, Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada pukul 10.00 WIB.
Pengetikan Naskah Proklamasi
Setelah proklamasi dirumuskan, Teks proklamasi diketik di Ruang Pengetikan Teks proklamasi oleh Sayuti Melik.
Kemudian, Teks proklamasi segera dibawa kembali ke ruang pengesahan atau penandatanganan naskah proklamasi.
Di ruang ini, naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/teks-proklamasi-autentik.jpg)