Minggu, 10 Mei 2026

Kenali Istilah Ngunduh Mantu dan Serangkaian Tradisinya dalam Prosesi Pernikahan

Berikut kami sampaikan makna dari ngunduh mantu yang kerap dijumpai saat pernikahan adat jawa.

Tayang:
thebridedept.com
FOTO ILUSTRASI: Ngunduh mantu dalam tradisi pernikahan adat jawa 

Kenali Istilah Ngunduh Mantu dan Serangkaian Tradisinya dalam Prosesi Pernikahan

TRIBUNPALU.COM - Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah 'ngunduh mantu'.

Kata ini sering ditemui saat terdapat sebuah hajatan pernikahan di masyarakat Indonesia.

Pernikahan memang bukanlah sesuatu yang mudah.

Persiapannya membutuhkan tenaga dan pikiran yang ekstra.

Namun di situlah letak kespesialan dalam momentum pernikahan.

Sekarang kami akan mengajak Anda untuk mengenal istilah ngunduh mantu.

Berikut TribunPalu informasikan tentang pengertian dan rangkaian 'ngunduh mantu', yang dikutip dari laman Weddingku.

Baca juga: Sudah Anggap Lesty Adiknya, Rossa Akan Sumbang Lagu di Acara Pernikahan Lesti Kejora & Rizky Billar

Baca juga: Batal Pakai Rancangan Ivan Gunawan, Rizky Billar & Lesti Kejora Rogoh Ratusan Juta untuk Busana

Pengertian 'Ngunduh Mantu'

'Ngunduh Mantu' berasal dari kata bahasa jawa, yakni ngunduh yang berarti panen dan mantu artinya menantu.

Jika digabungkan, ngunduh mantu memiliki arti panen menantu.

Makna sesungguhnya ialah mendapatkan seorang menantu, saat orang tua menikahkan anak laki-lakinya.

Kemudian sang istri dibawa tinggal bersama suami beserta kedua orang tuanya.

Tradisi ngunduh mantu sangat erat dengan budaya jawa.

Hal ini dikarenakan pada umumnya, pesta pernikahan dilakukan oleh pihak keluarga wanita.

Sehingga keluarga mempelai wanitalah yang mempunyai hajat, dan untuk keluarga pria hanya bisa mengikutinya saja.

Untuk bisa ikut diakui dalam suatu status sosial, maka pihak mempelai pria menyelenggarakan pesta pernikahan.

Kebiasaan ini menjadi tradisi hingga saat ini yang dikenal dengan istilah 'ngunduh mantu', atau pesta pernikahan yang digelar oleh pihak keluarga mempelai pria.

Baca juga: SAH! Ini Momen Haru Akad Nikah Lesti Kejora dan Rizky Billar, Mahar dengan Harga Fantastis

Baca juga: Detik-detik Rangkaian Prosesi Akad Nikah Rizky Billar & Lesti Kejora:Kedatangan Keluarga Hingga Akad

Foto Ilustrasi: 'Ngunduh Mantu' berasal dari kata bahasa jawa, yakni ngunduh yang berarti panen dan mantu artinya menantu. Jika digabungkan, ngunduh mantu memiliki arti panen menantu. Makna sesungguhnya ialah mendapatkan seorang menantu, saat orang tua menikahkan anak laki-lakinya. Kemudian sang istri dibawa tinggal bersama suami beserta kedua orang tuanya. Tradisi ngunduh mantu sangat erat dengan budaya jawa.
Foto Ilustrasi: 'Ngunduh Mantu' berasal dari kata bahasa jawa, yakni ngunduh yang berarti panen dan mantu artinya menantu. Jika digabungkan, ngunduh mantu memiliki arti panen menantu. Makna sesungguhnya ialah mendapatkan seorang menantu, saat orang tua menikahkan anak laki-lakinya. Kemudian sang istri dibawa tinggal bersama suami beserta kedua orang tuanya. Tradisi ngunduh mantu sangat erat dengan budaya jawa. (Kompas.com)

Fenomena 'Ngunduh Mantu' di Era Sekarang

Jika pada zaman dahulu, tradisi ngunduh mantu wajib dilakukan untuk memboyong kedua mempelai menuju ke rumah pengantin pria.

Biaya pestanya ditanggung oleh masing-maisng pihak.

Artinya pihak keluarga mempelai wanita dna pria memiliki anggaran yang berbeda dalam menggelar hajatan tersebut.

Namun seiring berkembangnya waktu, kini hal tersebut bukan menjadi suatu kewajiban.

Bahkan biaya pernikahan saat ini bisa ditanggung oleh kedua keluarga, meskipun pihak mempelai wanita jauh lebih banyak mengeluarkan biaya.

Hal itu juga bukan menjadi sebuah kewajiban.

Terkadang juga ditemui kedua keluarga mempelai tinggal di kota yang berbeda.

Sehingga tidak mengundnag banyak orang, paling tidka hanya keluarga inti dan tetangganya saja.

Baca juga: Perjalanan Cinta Rizky Billar & Lesti Kejora: Dijodohkan Warganet hingga Akhirnya Menikah

Baca juga: Lesti Kejora dan Rizky Billar Menikah Bulan Ini, Kepala KUA Kebayoran Lama Ungkap Tanggal & Lokasi

Rangkaian Tradisi 'Ngunduh Mantu'

1. Kedua mempelai dan orangtua pengantin wanita dan rombongannya hadir di rumah besan.

Biasanya diiringi dengan musik Gendhing Boyong Pengantin.

2. Orangtua pengantin pria menyambut kehadiran besan dan rombongannya.

Kemudian ibu dari pengantin pria akan melingkarkan kain motif Sidomukti di kedua bahu mempelai.

Orangtua pengantin pria dan wanita saling berjabat tangan dengan iring-iringan Gendhing Boyong Basuki.

3. Kedua mempelai diiringi oleh orangtua keduanya menuju ke pelaminan.

4. Kedua mempelai melakukan sungkem kepada kedua orangtuanya.

5. Mempelai keduanya duduk di pelaminan dan diapit oleh kedua orangtua.

Selaku pemilik hajat atau pesta, kedua orangtua mempelai pria selaku duduk di sebelah kanan pengantin.

Sementara kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kiri pasangan pengantin.

(TribunPalu.com/Hakim)

 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved