Breaking News:

OJK Sulteng

Tingkatkan Layanan Perbankan, OJK Terbitkan 3 Aturan Baru

Dia berharap akses terhadap layanan perbankan menjadi lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan tiga aturan baru mengenai industri perbankan

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, tiga aturan itu diterbitkan guna meningkatkan layanan perbankan menjadi lebih efisien. 

Tiga Peraturan OJK (POJK) itu yakni POJK Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, POJK No.13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum, dan POJK No.14/POJK.03/2021 tentang Perubahan POJK No.34/POJK.03/2018 tentang Penilaian Kembali Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan.

"Ketiga POJK ini sama sekali bukan untuk memberi beban baru bagi industri perbankan. Tetapi ini sebagai upaya dalam merespon perkembangan industri keuangan global," kata Heru dalam konferensi pers via Zoom, Senin (23/8/2021). 

Baca juga: Webinar Kreasi OJK Sulteng Besok, Bagikan Tabungan untuk Ratusan Pelajar dan Hadiah Menarik

Heru menjelaskan, POJK Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum untuk mendorong bank mengakselerasi layanan perbankan digital di Tanah Air. 

Dia berharap akses terhadap layanan perbankan menjadi lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Kemudian POJK Nomor 13/POJK.03/2021, OJK melakukan penguatan perizinan dan penyelenggaraan produk bank dari pendekatan modal menjadi pendekatan berbasis risiko atau risk-based approval.

"Ekosistem perbankan sangat dinamis, terlebih di masa pandemi saat ini. Masyarakat juga berharap bagaimana layanan perbankan bisa cepat. Melalui aturan ini semoga perbankan bisa maksimal berkontribusi bagi perekonomian," ujar Heru. 

Baca juga: Update Polemik Sumbangan Rp 2 T Keluarga Akidi Tio: Heriyanti Sakit, hingga Tanggapan Bank & OJK

Berikut pokok-pokok POJK tentang Bank Umum

1) Bank Digital
• Bank yang saat ini telah melakukan digitalisasi produk dan layanan (incumbent), transformasi atau melalui pendirian bank baru (full digital bank) 

2) Sinergi Perbankan
• Sinergi bank yang tergabung dalam kelompok usaha bank (KUB) 
• Sinergi bank sebagai PSP dan Bank BHI
• Sinergi bank sebagai perusahaan induk dengan LJK non bank sebagai perusahaan anak
• Sinergi dilakukan melalui perjanjian kerjasama (PKS) secara tertulis

3) Pengelompokan Bank
• Kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 
- KBMI 1 = Rp 6 triliun
- KBMI 2 = >Rp 6 triliun s.d Rp 14 triliun
- KBMI 3 = >Rp 14 triliun s.d Rp 70 triliun
- KBMI 4 = >Rp 70 triliun
• KBMI tidak dikaitkan dengan kegiatan usaha (produk/aktivitas) dan jaringan kantor bank
• Digunakan untuk kepentingan pengaturan prudensial, keperluan statistik dan ketepatan pengelompokan bank

4) Rencana Korporasi
• Dokumen tertulis yang menggambarkan rencana strategis jangka panjang (5 tahun) secara menyeluruh berupa rumusan arah untuk mencapai tujuan bank.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved