Breaking News:

Palu Hari Ini

Tokonya Viral Tak Layani Pembeli LPG 3 Kg, Ini Tanggapan Kepala BNS I Gusti Ngurah Rai Palu

Pangkalan LPG di BNS Jl I Gusti Ngurah Rai Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu, viral di media sosial setelah akun bernama Huwan memposting dirinya ta

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Kepala Toko BNS I Gusti Ngurah Rai Ratni saat menanggapi unggahan viral di media sosial tentang tokonya, Senin (30/8/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pangkalan LPG di BNS Jl I Gusti Ngurah Rai Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu, viral di media sosial setelah akun bernama Huwan memposting dirinya tak dilayani pihak BNS untuk membeli LPG 3 Kg.

Kejadian itu berlangsung, Minggu (29/8/2021) malam.

Dalam statusnya, Huwan mengaku pihak BNS melakukan penimbun gas LPG 3 kg.

Sehingga, saat dirinya datang, pihak BNS mengaku gas telah habis, padahal truk bermuatan tabung gas ukuran 3 kg baru saja melakukan pembongkaran di pangkalan tersebut.

"Ternyata petugas BNS itu berbohong kepada kami. Hal ini kami ketahui tidak sengaja, pada saat saat kami masih berada di swalayan, ada ibu-ibu yang datang setelah kami membawa tabung gas 3 kg. Dan ternyata petugas BNS itu memberikan tabung gas 3 kg yang ada isinya kepada ibu tersebut. Entah apa bedanya kami dengan ibu tersebut," tulis akun Huwan di grub Facebook Info Kota Palu.

Baca juga: Detik-detik Pembunuhan Viral di Taman Ria Palu, Pelaku Peragakan 23 Reka Adegan

Baca juga: Pemuda di Banggai Ditangkap Polisi Karena Lempari Warga yang Hendak Salat

Menanggapi hal itu, kepala toko BNS I Gusti Ngurah Rai Ratni menjelaskan, wanita tersebut berasal dari Desa Tinggede, Kabupaten Sigi.

Sehingga dirinya tidak melayani wanita tersebut.

"Orang itu setelah di cari tahu ternyata bukan berasal dari wilayah sini. Dia dari Tinggede, dan tidak ada ibu-ibu yang datang membawa gas dari sini malam-malam seperti yang dia maksud, " kata Ratni kepada TribunPalu.com, Senin (30/8/2021) siang.

Ratni menambahkan, dirinya hanya melayani warga yang berada sekitaran BNS saja.

Sebab, nama-nama warga sudah terdaftar di buku penerima LPG 3 kg.

Dirinya tak terima jika dikatakan menjadi penimbun LPG 3 kg.

"Kalau malam memang kadang tidak ada gas, karena sampai siang sudah habis. Tapi kalau sampai malam masih ada gas, kita akan layani semua orang datang membeli gas dan saya tidak terima dia bilang ada penimbunan gas di sini," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved