Breaking News:

Berita Populer Nasional

Berita Populer Nasional: Kasus Bupati Probolinggo hingga Cerita Anton Tanopa saat Ditembaki KKB

Kasus Bupati Probolinggo dan suaminya terkait jual beli jabatan menjadi salah satu Berita Populer Nasional di TribunPalu.com kemarin.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Cerita Iptu Anton Tonapa saat ditembaki KKB Papua. 

Rinaldo belum menjelaskan secara detail mengenai pelaporan tersebut. Namun ia mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan penyelidikan.

"Sampai saat ini masih proses penyelidikan, saya enggak tahu (terlapor) anak siapa-anak siapa, saya enggak mengerti ya," katanya.

Rinaldo mengungkapkan bahwa laporan terhadap Nicholas Sean masuk pada Jumat (27/8/2021) lalu dan kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

Dalam laporan polisi yang diterim Senin ini, Nicholas Sean dilaporkan oleh perempuan bernama Ayu Thalia yang juga dikenal sebagai Thata Anma.

Di dalam surat laporan itu, pelaku ditulis atas nama Nicholas Sean Tjahaja Purnama.

Tuduhan penganiayaan itu disebutkan terjadi pada Jumat, 27 Agustus 2021, pukul 23.00 WIB.

Lokasi kejadian di sebuah showroom mobil di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

"Benar pada waktu itu saya sedang berada di kantor saya di showroom mobil, yang kemudian pelaku mendatangi saya dan membahas tentang hubungan saya dengan pelaku," ungkap Ayu Thalia dalam uraian singkat kejadian.

"Kemudian pelaku menyuruh saya ke mobil pelaku dan saya menghampiri pelaku yang kemudian pada saat mengobrol di dalam mobil pelaku sakit hati dan pelaku mengatakan tidak mau bertemu dengan saya lagi yang kemudian pelaku mendorong saya dari dalam mobil hingga saya terjatuh dan saya terluka," lanjutnya.

Ayu Thalia menyatakan langsung pergi ke rumah sakit untuk berobat. Setelah itu, Ayu Thalia melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penjaringan. Nicholas Sean Tjahaya Purnama pun disangkakan pasal 351 KUHPidana.

"Selanjutnya saya berobat ke RS Atmajaya dan kemudian saya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Penjaringan Jakut guna pengusutan lebih lanjut," tulisnya.

Nicholas Sean Purnama putra Ahok belum merespon kejadian ini dan belum memberikan tanggapan.

3. Cerita Iptu Anton Tanopa

Kejadian mengerikan pernah dialami Iptu Anton Tonapa saat bertugas di Papua memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peristiwa tragis terjadi saat Anton Tonapa bertugas sebagai Komandan Tim (Dantim) Bravo 9 Belukar.

Anton Tonapa dan timnya harus berhadapan langsung dengan KKB Papua dalam sebuah kontak tembak.

Dalam kontak senjata di Kabupaten Puncak itu, Anton Tonapa menjadi salah satu korban tertembak.

Beruntung, Anton masih berhasil selamat meski punggungnya tertembak.

Sosok Anton Tonapa pun jadi perhatian banyak orang.

Iptu Anton saat ini merupakan Perwira Pertama (Pama) SDM Polda Sulawesi Selatan.

Saat peristiwa kontak tembak terjadi, Anton menjabat sebagai Dantim Bravo 9 Belukar.

Tim ini mulanya merupakan tim evakuasi. Tapi tim tersebut akhirnya ditugaskan menjadi tim penindak hanya satu hari berselang sebelum melaksanakan tugas.

Peristiwa itu terjadi pada 26 April 2021 lalu.

Anton bercerita, kala itu ia dan tim yang dipimpinnya tengah melakukan observasi di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

“Saya datang ke Papua untuk menjaga NKRI,” tutur Anton dengan tegas, melansir dari ANTARA, Minggu (29/8/2021).

Akan tetapi, terjadi perubahan strategi tepat satu hari, yakni pada tanggal 26 April 2021 sebelum tim gabungan TNI-Polri mengeksekusi rencana penindakan mereka terhadap KKB Papua.

Perubahan rencana tersebut mengakibatkan Tim Bravo 9 Belukar yang semula merupakan tim evakuasi menjadi tim penindak.

Hal ini bertujuan untuk menggantikan dua Tim Nanggala dan satu Tim Belukar yang telanjur diketahui KKB Papua.

Sebelumnya, ketiga tim tersebut merupakan tim penindak.

Anton Tonapa mengisahkan ketika mereka melakukan observasi di Ilaga Kabupaten Puncak, Papua.

Saat itu, terdengar suara tembakan sebanyak tiga kali yang membidik Bharada I Komang Wira Natha (yang saat ini berpangkat Bharatu Anumerta).

Tembakan tersebut mengenai lengan, punggung, dan kaki Komang.

Sebagai seorang komandan, Anton mengatakan bahwa dirinya merasa sangat terguncang atas tertembaknya seorang prajurit yang berasal dari timnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved