Breaking News:

PON Papua

Gagal Ikut PON, Atlet Judo Sulteng Curhat Dipaksa Teken Surat Pengunduran Diri

Keputusan ini disampaikan dalam surat resmi PJSI Sulteng Nomor 03/PSJI-ST/IV/2021 perihal Penggantian Peserta PON XX 2021 Papua, tertanggal 29 April 2

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
handover/facebook
Atlet Judo Kelas 80-90 Kilogram Putra Arya Prasetya harus mengubur mimpinya untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Atlet Judo Kelas 80-90 Kilogram Putra Arya Prasetya harus mengubur mimpinya untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Arya Prasetya (20) dicoret dari event PON Papua oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Keputusan ini disampaikan dalam surat resmi PJSI Sulteng Nomor 03/PSJI-ST/IV/2021 perihal Penggantian Peserta PON XX 2021 Papua, tertanggal 29 April 2021.

Dalam keterangannya, PJSI Sulteng menyebut Arya dicoret karena mengundurkan diri sehingga digantikan atlet lain yakni Kadek Robin Kresna Putra (36). 

Kepada TribunPalu.com, Arya mengaku tidak pernah membuat surat pernyataan pengunduran diri. 

Baca juga: Persiapan Menuju PON Papua, Atlet Sepatu Roda Sulteng Masih Temui Kendala di Puslatda

Baca juga: Ini 6 Atlet Paralayang Sulteng yang Akan Berlaga di PON Papua

Surat Atlet Judo Kelas 80-90 Kilogram Putra Arya Prasetya menyatakan tidak pernah mengundurkan diri dari PON Papua
Surat Atlet Judo Kelas 80-90 Kilogram Putra Arya Prasetya menyatakan tidak pernah mengundurkan diri dari PON Papua (handover)

Justru, kata Arya, pihak PJSI Sulteng memaksanya untuk menandatangani surat pengunduran diri sebagai peserta PON Papua

"Pengurus PJSI Sulteng datang ke rumah saya dengan membawa surat pengunduran diri yang mereka buat sendiri. Mereka meminta saya menandatanganinya namun saya menolak," ujar Arya, Rabu (1/9/2021). 

Mantan peraih juara dua Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 itu menilai PJSI Sulteng mengambil keputusan sepihak tanpa alasan mendasar. 

Arya menjelaskan, dirinya hanya tidak ingin dilatih oleh pelatih yang ditunjuk Pengprov PJSI Sulteng

"Keinginan saya agar bisa dilatih Dedi Lawide. Karena selama ini beliau yang melatih dan mendampingi saya hingga ke beberapa kejuaraan," kata Arya. 

"Saya tidak menandatangani surat pengunduran dari PJSI Sulteng karena di surat itu disertai materai. Justru saya menulis pernyataan dengan materai bahwa saya tidak pernah menyatakan mengundurkan diri," tuturnya menambahkan.

Hingga berita ini dirilis PJSI belum meberikan keterangan terkait pernyatakan Arya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved