Breaking News:

PON Papua

Coret Nama Arya dari Atlet Judo PON Papua, Begini Penjelasan Pengprov PJSI Sulteng

Pengprov PJSI Sulteng tidak pernah memaksa Arya Prasetya mengundurkan diri.

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
handover
Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sulawesi Tengah pusat latihan Judo, Jl Ahmad Dahlan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/9/2021). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sulawesi Tengah menyayangkan pernyataan Arya Prasetya kepada media.

Atlet Judo Kelas 80-90 Kilogram itu sebelumnya menyatakan dipaksa mengundurkan diri oleh Pengprov PJSI Sulteng.

Karena persoalan itu, Arya Prasetya harus mengubur mimpinya untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Pengurus Pengprov PJSI Sulteng Franki Kastanya menjelaskan, pihaknya tidak pernah memaksa Arya Prasetya mengundurkan diri.

Hanya saja, Arya tidak berkenan mengikuti pelatihan dari pelatih yang ditetapkan Pengprov PJSI.

“Kami telah menentapkan Stephanus Anando sebagai pelatih atlet judo PON. Sementara Arya mau pelatih lain. Tentu kami juga punya pertimbangan menetapkan pelatih karena target kami juara,” kata Franki kepada TribunPalu.com di pusat latihan Judo, Jl Ahmad Dahlan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/9/2021).

Baca juga: Gagal Ikut PON, Atlet Judo Sulteng Curhat Dipaksa Teken Surat Pengunduran Diri

Dia menjelaskan, pelatih yang diminta Arya bukanlah bagian dari Pengprov PJSI Sulteng.

Pihaknya juga harus memenuhi tenggat waktu penyetoran nama atlet dan pelatih kala itu.

Sementara Arya bersikukuh menolak ikut pelatihan meski telah dibujuk beberapa kali.

“Kami sudah beberapa kali mendatangi Arya. Dia dia tetap menyatakan tidak mau ikut latihan jika bukan pelatih yang diinginkannya,” ucap Franki.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved