Breaking News:

Berita Populer Nasional

Berita Populer Nasional: Kasus Pesugihan di Gowa hingga Perkembangan Misteri Ibu & Anak di Subang

Kasus pesugihan seorang ibu di Gowa, Sulawesi Selatan menjadi salah satu Berita Populer Nasional di TribunPalu.com kemarin.

Editor: Muh Ruliansyah
TribunJabar/Dwiki Maulana
Suasana TKP kasus kematian ibu dan anak di Subang, Senin (30/8/2021). Polisi terus melakukan penyelidikan untuk membongkar kasus tersebut. 

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pun menyaksikan lokasi terakhir Danposramil Lettu Chb Dirman yang dibunuh dengan tragis.

Kepada awak media termasuk TribunPapuaBarat.com, Pangdam Kasuari XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, secara tegas menyampaikan pihaknya terus memburu para pelaku.

"Saya minta kepada masyarakat, yang mengetahui ada orang yang mencurigakan segera lapor kepada Anggota TNI Polri," kata Cantiasa, sembari menitihkan air mata.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta masyarakat yang ada di kawasan hutan agar kembali ke kampung.

"Kami jamin keamanan Masyarakat Maybrat dengan keberadaan TNI dan Polri," ujarnya.

3. Perkembangan Kasus Kematian Ibu dan Anak di Subang

Meski sudah memasuki hari ke-18 kasus kematian ibu dan anak di Subang masih belum terungkap.

Seperti diketahui Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (24) ditemukan tewas mengenaskan di dalam bagasi mobil Alphard, Rabu (18/8/2021) pagi, di kediaman mereka di Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Hingga saat ini Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan tersebut.

Lamanya pengungkapan kasus ini memunculkan pertanyaan dari Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad), Yesmil Anwar.

Bahkan ia menduga kalau kasus ini merupakan pembunuhan berencana.

Polisi pun telah melakukan rekonstruksi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Yosef, suami dan ayah korban.

Bahkan istri muda Yosef, Mimin, juga sudah dua kali diperiksa oleh Polisi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengurai fakta terbaru perihal TKP pembunuhan Tuti dan Amalia.

Diakui Polisi, kondisi TKP sangat rapi.

"Kita sangat membutuhkan waktu (untuk mengungkap). Karena di TKP sendiri, kita akui bahwa itu memang sangat rapi, kejadian itu sangat rapi. Kita mencari pembuktian itu bukan di TKP saja, tapi kita menarik mundur perkiraan waktu berdasarkan kematian kedua korban tersebut," akui Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube TV One, Kamis (2/9/2021).

Senada, Yesmil Anwar juga mengatakan ada Faktor X yang perlu ditelusuri dan diperhatikan, selain keterangan saksi dan temuan dugaan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Faktor X tersebut, ujar Yesmil, kemungkinan saling berkaitan antara keterangan saksi dan kondisi korban semasa hidup.

"Sebenarnya saya juga agak mempertanyakan, karena beberapa waktu lalu, Polisi dengan lantang menyatakan bahwa ini merupakan kriminal murni, tapi kok begini lama pengungkapan kasusnya," kata dia.

Hal itu pun memunculkan pertanyaan besar publik.

"Maka kita pun bertanya-tanya apakah ada Faktor X atau hambatan-hambatan yang dapat mengganggu jalannya penyelidikan di lapangan," ujarnya, Jumat (3/9/2021), dikutip dari TribunJabar.

Lebih lanjut, Yesmil menduga kasus Tuti dan Amalia ini merupakan jenis pembunuhan berencana yang sudah direncanakan secara matang dan melibatkan banyak pelaku.

Menurutnya, hal itu bisa saja terjadi, terlebih dalam setiap kasus kejahatan dimungkinkan adanya pelaku utama dan aktor intelektual, yang mengeksekusi.

Karena itu, menurutnya yang perlu ditelusuri adalah potensi motif pembunuhan.

Dalam setiap kasus, terang Yesmil, selalu ada tiga motif utama yang menyertai, yakni motif hubungan sosial, seperti asmara dan masa lalu, motif kekuasaan, serta motif harta.

"Sebetulnya kalau aksi kejahatan melibatkan beberapa orang yang dicurigai melakukannya, merupakan poin yang bagus untuk lebih mengutamakan bukti forensik dari kondisi mayat tersebut." katanya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved