Breaking News:

Palu Hari Ini

Omzet Produksi Ikan Asin di Mamboro Palu Bisa Capai Rp 400 Juta

milik Andi Megawati (21) di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, bisa mencapai Rp 400 juta dalam sekali pengiriman.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Seorang pekerja menyiapkan ikan asin di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Selasa (7/9/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Omzet Produksi Ikan Asin milik Andi Megawati (21) di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, bisa mencapai Rp 400 juta dalam sekali pengiriman.

"Kalau harga ikan rono tiga ton bisa mencapai Rp 400 juta, kalau tembang itu paling banyak Rp 70 juta. Biasanya kita bisa mengirim sembilan ton dalam sekali transaksi," kata Andi Megawati kepada TribunPalu.com, Selasa (7/9/2021) sore.

Andi Megawati menyebut, dalam sekali produksi ikan asin, dirinya bisa mencapai 700 Kg, tergantung cuaca.

"Biasanya kalau sekali penjemuran itu bisa mencapai 700 Kg, dan dalam dua hari bisa mencapai dua ton jika cuaca bagus," ungkapnya.

Andi Megawati menambahkan, ikan asin miliknya sudah diakui sehingga memiliki pembeli dari keluar Kota Palu.

Baca juga: Rancangan Awal RPJMD Banggai 2021-2026 segera Dikonsultasikan ke Gubernur Sulteng

Baca juga: PPKM di Kota Palu di Perpanjang, Persentasi Vaksinasi Covid-19 Masih 45 Persen

Tidak heran, produksi ikan asinnya tiap harinya terus bertambah seiring permintaan dari luar kota.

"Biasanya di kirim ke Surabaya, Jakarta, Makassar dan Kupang. Kalau per kilo harga ikan tembang itu mencapai Rp 25 ribu, sedangkan ikan rono per kilo mencapai Rp 60 ribu," ujarnya.

Dalam sebulan, dirinya bisa melakukan pengiriman hingga empat kali.

Dengan permintaan terbanyak berasal dari Kota Kupang.

"Kita sudah punya konsumen di luar Kota, karna sudah langganan sejak masih di pegang oleh nenek saya," tuturnya.

Ditengah musim penghujan seperti saat ini, Andi Megawati mengatakan tidak berpengaruh pada penurunan omset ikan asin miliknya.

Hanya saja, penjemuran yang biasanya dapat dilakukan satu hingga dua hari.

Kini bisa mencapai empat hingga lima hari.

"Alhamdulillah, kita tidak ada penurunan omset, hanya saja dalam produksi ikan asin ini membutuhkan penjemuran sampai empat hari jika cuaca kurang bagus," sebutnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved