Breaking News:

Vaksinasi di Sulteng

Santri Pesantren Manba'ush Sholichin Al-Charomain Palu Divaksinasi Covid-19

Polres Palu menggelar Vaksinasi Covid-19 massal di Pondok Pesantren Manba'ush Sholichin Al-Charomain di Jl Keramik, Kelurahan Duyu.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Polres) Palu menggelar Vaksinasi Covid-19 massal di Pondok Pesantren Manba'ush Sholichin Al-Charomain di Jl Keramik, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (7/9/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALUMCOM, PALU - Kepolisian Resor (Polres) Palu menggelar Vaksinasi Covid-19 massal di Pondok Pesantren Manba'ush Sholichin Al-Charomain di Jl Keramik, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (7/9/2021) sore.

Itu merupakan rangkaian Vaksinsi Serentak pesantren dan rumah ibadah Sinergi Polri dan Staf Khusus Presiden RI.

Kegiatan berlangsung di pondok pesantren itu, melibatkan Vaksinator dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulteng, Selasa (6/9/2021).

Pengasuh Pondok Pesantren Manba'ush Sholichin Al-Charomain KH Abd Mu'id Ar-Rofi mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan vaksinsi tersebut.

"Kami mengucapkan terimkasih banyak atas kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di pondok pesantren kami," ujar KH Abd Mu'id Ar-Rofi kepada TribunPalu.com.

Baca juga: PPKM di Kota Palu di Perpanjang, Persentasi Vaksinasi Covid-19 Masih 45 Persen

Baca juga: Kapolda dan Danrem Tinjau Vaksinasi Merdeka di Parimo, Presiden Jokowi Hadir Secara Virtual

"Karena santri yang ada di pondok ini bisa melakukan vaksin, untuk mencegah penularan Covid-19," ucapnya menambahkan.

Ia juga menuturkan, adapun kuota vaksin dosis 1 dan 2 disediakan berjumlah kurang lebih untuk 500 orang penerima.

Sedangkan untuk jumlah santri di pondok pesantren itu sendiri sekitar 200 orang.

Sehingga, selain dikhususkan untuk para santri, vaksinasi ini juga menyasar warga sekitar. 

Meski demikian KH Abd Mu'id Ar-Rofi Menerangkan, dari jumlah penghuni pondok pesantren itu, ada beberapa santri menolak di vaksinasi.

"Ada yang tidak mau di vaksin, itu dari pihak orang tuanya yang tidak mengizinkan, alasanya karena faktor umur yang belum cukup," kata KH Abd Mu'id Ar-Rofi.

"Tapi kebanyakan ada juga orang tua yang menghubungi saya, agar anaknya harus mendapatkan vaksin," tambahnya menuturkan.

Kegiatan itu juga mendapatkan pengamanan oleh pihak kepolisian, untuk mengimbau warga di lokasi itu agar menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Cocid-19. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved