Breaking News:

Palu Hari Ini

Pria 59 Tahun Ditemukan Tewas di Lahan Likuifaksi Petobo Palu, Tinggalkan Catatan untuk Keluarga

Diketahui identitas mayat itu adalah Harifin Tolule (59), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beralamat di Jl Touwa.

Penulis: Ketut Suta | Editor: mahyuddin
jatim.tribunnews.com
Ilustrasi penemuan mayat 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Warga digegerkan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di area Likuifaksi Petobo, tepatnya depan Rumah Sakit bersalin Nasanapura, di Jl HM Soeharto, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulteng, Rabu (8/9/2021) malam.

Diketahui identitas mayat itu adalah Harifin Tolule (59), Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beralamat di Jl Touwa.

Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno mengatakan, mayat itu pertama kali ditemukan warga bernama Jeti.

jeti pun menayakan keberadaan Harifin kepada rekannya Imanuel.

Baca juga: Satpol PP Perketat Pengawasan Wisata Kampung Nelayan Palu Setiap Akhir Pekan

"Saat Jeti bertanya kepada Imanuel, kemudian Imanuel teringat pesan terakhir korban, kalau korban tidak pulang-pulang, makan cari di pinggiran Likuefaksi," kata AKBP Bayu Indra Wiguno, menirukan percakapan kedua saksi.

Setelah itu, keduanya langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi likuifaksi, di depan RS bersalin Nasanapura.

Setiba di lokasi, keduanya menemukan Harifin Tolule dalam keadaan tergantung di pohon dengan seutas tali.

Imanuel kemudian memanggil warga sekitar.

"Dan warga segera menghubungi polisi, tidak lama kemudian personel Polsek Palu Selatan mendatangi lokasi itu untuk mengamankan TKP, menggunakan Police Line," ujar AKBP Bayu Indra Wiguno.

"Saat ini mayat sudah dibawa keluarga dan menolak untuk dilakukan otopsi," tuturnya menambahkan.

Baca juga: Turunkan Sakit Punggun dengan 10 Obat Ini, Ada Bawang Putih hingga Minyak Zaitun

Pihak keluarga mengatakan, Harifin mempunyai riwayat penyakit maag akut atau asam lambung.

Selain itu, polisi juga menemukan beberapa barang di sekitaran TKP tersebut.

"Ada beberapa catatan dari korban di kertas, yang bertuliskan bahwa korban sudah tidak tahan lagi terhadap penyakitnya, sehingga korban memutuskan untuk bunuh diri," ujar AKBP Bayu Indra Wiguno.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved